Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
airbag Honda Mobilio (honda-indonesia.com)
airbag Honda Mobilio (honda-indonesia.com)

Intinya sih...

  • Benturan frontal kecepatan tinggi adalah pemicu umum airbag mobil

  • Benturan sisi samping yang mengenai pilar atau pintu juga memicu pengembangan airbag

  • Keterbatasan sistem: benturan ringan dan tabrakan ganda dapat membuat airbag tidak berfungsi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kantung udara atau airbag merupakan salah satu fitur keselamatan pasif yang paling vital di dalam sebuah mobil modern. Dirancang untuk mengembang dalam waktu milidetik saat terjadi benturan, airbag berfungsi sebagai bantalan pelindung yang mencegah cedera serius pada kepala dan dada penumpang. Namun, di balik fungsinya yang canggih, banyak pemilik kendaraan yang tidak sepenuhnya memahami kondisi spesifik apa saja yang bisa memicu perangkat ini untuk bekerja.

Pemahaman mengenai mekanisme pemicu airbag menjadi sangat penting agar pengendara tidak panik saat melihatnya mengembang, sekaligus mengetahui batasan-batasan di mana sistem ini mungkin tidak bekerja. Ini bukan sekadar tentang kecepatan, tetapi juga tentang jenis benturan, sudut tubrukan, dan sensor-sensor kompleks yang bekerja secara simultan untuk mengambil keputusan dalam sepersekian detik.

1. Benturan frontal kecepatan tinggi

ilustrasi tabrakan beruntun akibat pengereman mendadak (pexels.com/Karl Solano)

Pemicu paling umum dan paling jelas untuk pengembangan airbag adalah benturan frontal atau tabrakan dari depan. Setiap mobil modern dilengkapi dengan serangkaian sensor akselerasi yang terletak di bagian depan rangka, bumper, atau di dalam modul kontrol airbag itu sendiri. Sensor-sensor ini terus-menerus memantau perubahan kecepatan kendaraan secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika terjadi benturan frontal yang melebihi ambang batas kecepatan tertentu (biasanya antara 16 hingga 22 kilometer per jam), sensor akan mendeteksi perlambatan mendadak dan mengirimkan sinyal ke Airbag Control Unit (ACU). ACU kemudian akan memicu inflator yang melepaskan gas nitrogen, sehingga kantung udara akan mengembang sempurna untuk menahan tubuh pengemudi dan penumpang depan dari hantaman ke dasbor atau kemudi.

2. Benturan sisi samping yang mengenai pilar atau pintu

Ilustrasi tabrakan mobil (pexels.com/Pixabay)

Selain benturan frontal, airbag samping (side airbag) dan curtain airbag juga dirancang untuk melindungi penumpang dari benturan yang datang dari samping kendaraan. Sensor benturan samping biasanya terletak di dalam pintu, pilar B, atau di bawah kursi, dan dirancang untuk mendeteksi tekanan atau deformasi pada panel samping mobil.

Saat mobil mengalami benturan keras di bagian sisi (misalnya ditabrak dari samping atau menabrak tiang), sensor ini akan mengidentifikasi percepatan lateral yang tiba-tiba. Setelah itu, side airbag akan mengembang dari sisi kursi untuk melindungi area pinggul dan dada, sementara curtain airbag akan terlepas dari pilar atap untuk membentuk tirai pelindung yang menutupi jendela, mencegah benturan kepala penumpang dengan kaca atau material keras lainnya.

3. Keterbatasan sistem: benturan ringan dan tabrakan ganda

ilustrasi kecelakaan mobil (pexels.com/Dominika Kwiatkowska)

Meskipun airbag dirancang untuk keselamatan, ada beberapa skenario di mana sistem ini mungkin tidak mengembang. Airbag tidak akan mengembang pada benturan yang dianggap "ringan" oleh sensor, bahkan jika kerusakan eksterior mobil terlihat parah. Misalnya, menabrak tembok dengan kecepatan rendah, atau benturan dari belakang (rear-end collision) biasanya tidak memicu airbag karena tekanan benturan tidak terpusat pada area sensor airbag depan atau samping.

Selain itu, airbag juga dirancang untuk bekerja secara selektif. Dalam kasus tabrakan ganda (misalnya benturan depan diikuti benturan samping), sistem mungkin hanya mengaktifkan airbag yang relevan dengan benturan pertama untuk memaksimalkan perlindungan. Ini adalah fitur yang disebut crash pulse discrimination, di mana ACU memutuskan apakah benturan kedua cukup signifikan untuk mengaktifkan airbag tambahan, atau justru akan menimbulkan cedera jika diaktifkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team