Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Inovasi C2C Leapmotor Tingkatkan Efisiensi EV
ilustrasi mobil leapmotor (leapmotor.net)
  • Leapmotor memperkenalkan teknologi baterai Cell-to-Chassis (C2C) yang mengintegrasikan sel baterai langsung ke struktur kendaraan untuk efisiensi ruang dan pengurangan komponen.
  • Inovasi C2C meningkatkan kekakuan bodi serta stabilitas kendaraan, didukung sistem manajemen baterai cerdas pada generasi terbaru C2C 2.0.
  • Teknologi ini sudah diterapkan pada model seperti C01, C11, dan C10, serta diperluas secara global melalui kolaborasi Leapmotor dengan Stellantis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Leapmotor terus memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik global dengan menghadirkan inovasi teknologi baterai terbaru.

Di Indonesia, merek ini berada di bawah naungan PT Indomobil National Distributor, bagian dari Indomobil Group, yang bertanggung jawab membawa lini kendaraan listrik Leapmotor ke pasar nasional.

Salah satu inovasi yang kini diperkenalkan adalah teknologi baterai Cell-to-Chassis (C2C), sebuah pendekatan baru dalam integrasi baterai yang menjadikan sel baterai sebagai bagian langsung dari struktur kendaraan.

1. Integrasi baterai langsung ke struktur kendaraan

ilustrasi mobil leapmotor

Berbeda dengan sistem konvensional yang menggunakan skema cell-to-module-to-pack, teknologi C2C menghilangkan lapisan modul dan mengintegrasikan sel baterai langsung ke dalam rangka kendaraan.

Pendekatan ini membuat baterai tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian struktural utama.

Dampaknya, pemanfaatan ruang baterai menjadi jauh lebih optimal dengan tingkat efisiensi mencapai sekitar 91 persen. Selain itu, jumlah komponen dalam sistem baterai juga berkurang, sehingga desain kendaraan menjadi lebih ringkas dan efisien secara keseluruhan.

2. Tingkatkan kekakuan struktur dan stabilitas

ilustrasi mobil leapmotor (leapmotor.net)

Integrasi baterai ke dalam sasis juga memberikan keuntungan dari sisi struktural kendaraan. Dengan baterai yang menyatu dengan rangka, tingkat kekakuan bodi atau torsional rigidity meningkat secara signifikan.

Peningkatan ini berkontribusi langsung pada stabilitas berkendara dan aspek keselamatan, dua faktor krusial dalam pengembangan kendaraan listrik.

Leapmotor bahkan mengembangkan generasi terbaru C2C 2.0 yang menghadirkan integrasi sistem lebih tinggi serta didukung sistem manajemen baterai cerdas untuk pemantauan performa dan keamanan secara real-time.

3. Sudah dipakai di beberapa model global

ilustrasi mobil leapmotor (leapmotor.net)

Teknologi C2C bukan sekadar konsep, melainkan sudah diterapkan pada sejumlah model Leapmotor. Beberapa di antaranya adalah sedan listrik C01, SUV C11, serta SUV generasi terbaru C10 yang dikembangkan dengan arsitektur kendaraan listrik terintegrasi.

Secara global, Leapmotor juga memperluas pengembangan teknologi ini melalui kolaborasi strategis dengan Stellantis. Kerja sama ini membuka peluang distribusi yang lebih luas sekaligus mempercepat adopsi teknologi kendaraan listrik di berbagai pasar dunia.

Seiring meningkatnya adopsi EV, inovasi seperti Cell-to-Chassis menjadi arah penting dalam evolusi desain kendaraan listrik.

Editorial Team