Lalu lintas kota yang padat sering kali menjadi pemicu utama stres yang berdampak langsung pada ritme jantung dan stabilitas emosi. Suara klakson yang saling bersahutan ditambah dengan ketidakpastian waktu tempuh menciptakan kondisi psikologis yang tegang, sehingga tubuh secara otomatis memproduksi hormon adrenalin yang meningkatkan denyut nadi.
Di tengah situasi yang penuh tekanan tersebut, pemilihan jenis musik yang didengarkan melalui sistem audio kendaraan menjadi instrumen penyelamat yang krusial. Alunan nada dengan tempo yang lambat atau Beats Per Minute (BPM) yang rendah terbukti mampu bertindak sebagai penyeimbang alami bagi sistem saraf pusat saat menghadapi hiruk-pikuk jalanan.
