Cara Mendeteksi Oli Motor Tercampur Bensin, Gampang Kok!

Menjaga kemurnian pelumas merupakan kunci utama dalam menjamin usia pakai komponen internal kendaraan tetap panjang dan optimal. Kehadiran bensin di dalam ruang oli sering kali tidak memberikan tanda-tanda kerusakan fisik secara langsung pada bagian luar mesin, sehingga diperlukan kepekaan khusus dalam melakukan pengecekan rutin.
Melakukan deteksi secara mandiri di rumah sangat memungkinkan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk jasa mekanik atau membongkar blok mesin yang rumit. Beberapa metode sederhana dapat memberikan indikasi yang cukup akurat mengenai apakah kesehatan mesin sedang terancam oleh fenomena pengenceran bahan bakar atau tidak.
1. Pengecekan aroma dan tekstur melalui dipstick

Metode paling cepat untuk mengetahui adanya masalah adalah dengan memanfaatkan batang pengukur oli atau dipstick. Setelah mesin dalam kondisi dingin, tarik batang tersebut dan dekatkan ke indra penciuman untuk mendeteksi aroma bensin yang tajam. Oli mesin yang sehat seharusnya hanya berbau khas pelumas terbakar atau netral; jika tercium bau menyengat seperti bensin dari tangki, itu adalah indikasi kuat adanya kebocoran.
Selain melalui indra penciuman, pengamatan terhadap tekstur cairan juga sangat menentukan. Cobalah untuk mengambil sedikit tetesan oli dari ujung dipstick dan gosokkan di antara ibu jari dan telunjuk. Pelumas yang telah terkontaminasi bensin akan terasa sangat encer, tidak lengket, dan kehilangan daya lumasnya, hampir menyerupai tekstur air atau minyak tanah yang cepat kering di kulit.
2. Uji tetes pada media kertas serap

Teknik yang lebih visual dapat dilakukan dengan menggunakan selembar kertas tisu putih atau kertas saring. Teteskan satu atau dua titik oli dari mesin ke atas permukaan kertas tersebut dan biarkan selama beberapa menit hingga cairan meresap secara alami. Oli yang masih murni biasanya akan membentuk lingkaran gelap yang pekat dan konsisten di satu titik tanpa penyebaran yang terlalu lebar.
Sebaliknya, jika oli sudah tercampur dengan bensin, pola resapan akan terlihat berbeda secara signifikan. Akan muncul lingkaran bening atau "halo" yang menyebar jauh di luar titik pusat tetesan oli yang berwarna gelap. Kecepatan meresap yang sangat tinggi menunjukkan bahwa viskositas oli telah hancur oleh pelarut bahan bakar, sehingga cairan tersebut tidak lagi mampu menempel dengan baik pada permukaan logam.
3. Pemantauan level volume oli pada kaca intip

Seringkali muncul persepsi keliru bahwa volume oli yang bertambah dengan sendirinya adalah hal yang baik. Padahal, jika posisi motor berada pada permukaan rata dan volume oli di kaca intip (sight glass) terlihat melebihi batas maksimal tanpa adanya penambahan secara manual, hal tersebut merupakan tanda bahaya. Ruang oli adalah sistem tertutup yang tidak mungkin mengalami penambahan volume kecuali ada zat asing yang masuk.
Kenaikan volume ini biasanya terjadi karena akumulasi bensin yang merembes melalui ring piston selama mesin bekerja atau saat parkir dalam waktu lama. Jika volume oli terlihat naik secara misterius dan disertai dengan perubahan warna menjadi lebih pucat atau keruh, maka segera lakukan penggantian total. Pemantauan level oli secara rutin setiap pagi sebelum berangkat bekerja dapat mencegah kerusakan fatal akibat pelumasan yang sudah tidak efektif lagi.














![[QUIZ] Coba Tebak Siluet Motor Ini, Anak Motor Wajib Bisa!](https://image.idntimes.com/post/20240127/screen-shot-2024-01-28-at-002612-f0e87a201b6fec0d62165d04fe69bd98.png)

