Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Pernah Beli Mobil Bekas dengan 5 Ciri Ini, Meskipun Harganya Murah

ilustrasi mobil sedan
ilustrasi mobil sedan (pexels.com/DYLBER CAUSHI)
Intinya sih...
  • Mobil bekas dengan riwayat banjir atau tabrakan berat bisa menyimpan masalah kelistrikan dan struktur yang tidak presisi.
  • Nomor mesin yang tidak sesuai dengan dokumen resmi menandakan risiko legal dan performa mesin yang tidak konsisten.
  • Asap knalpot tidak normal, transmisi bermasalah, dan interior terlalu baru bisa menjadi tanda bahaya mobil bekas yang sebaiknya dihindari.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil bekas sering jadi pilihan karena harganya lebih ramah di kantong. Tapi harga murah bisa menyimpan masalah besar kalau kamu gak teliti. Ada beberapa ciri yang sebaiknya jadi tanda bahaya sejak awal.

Kalau kamu nekat mengabaikannya, biaya perbaikan bisa jauh lebih mahal dari harga beli. Mobil yang terlihat oke di luar belum tentu sehat di dalam. Ini lima ciri mobil bekas yang sebaiknya langsung kamu hindari.

1. Riwayat banjir atau tabrakan berat

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexels.com/Connor MacManus)

Mobil bekas yang pernah terendam banjir biasanya menyimpan masalah kelistrikan jangka panjang. Karat dan korsleting sering muncul belakangan, bukan langsung terasa. Ini bikin mobil jadi sumber masalah terus-menerus.

Tabrakan berat juga berisiko merusak rangka utama. Meski bodi sudah rapi, struktur bisa tidak lagi presisi. Dampaknya, kenyamanan dan keselamatan berkendara menurun.

2. Mesin tidak sinkron dengan dokumen

ilustrasi cek dokumen
ilustrasi cek dokumen (pexels.com/Alena Darmel)

Nomor mesin yang tidak sesuai dengan STNK atau BPKB adalah red flag serius. Ini bisa menandakan mesin pernah diganti tanpa prosedur resmi. Risiko legalnya besar dan bisa merepotkan kamu di kemudian hari.

Selain urusan hukum, mesin yang tidak original sering punya performa tidak konsisten. Perawatan jadi lebih sulit karena spesifikasi tidak jelas. Harga murah jadi tidak sebanding dengan risikonya.

3. Asap knalpot tidak normal

ilustrasi knalpot mobil
ilustrasi knalpot mobil (pexels.com/S square)

Asap putih tebal atau kebiruan dari knalpot menandakan masalah serius pada mesin. Bisa jadi ada kebocoran oli atau masalah pembakaran. Ini bukan sekadar perawatan ringan.

Perbaikan mesin seperti ini biasanya butuh biaya besar. Kalau dibiarkan, kerusakan bisa makin parah. Mobil murah bisa berubah jadi proyek mahal.

4. Transmisi terasa kasar atau terlambat

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)

Saat test drive, perhatikan perpindahan gigi mobil. Jika terasa kasar, terlambat, atau ada hentakan, itu tanda transmisi bermasalah. Masalah ini sering muncul di mobil dengan perawatan buruk.

Biaya perbaikan transmisi terkenal mahal. Bahkan kadang lebih baik ganti unit daripada memperbaiki. Ini risiko besar yang tidak sebanding dengan diskon harga.

5. Interior terlalu baru untuk usia mobil

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)

Interior yang terlalu baru kadang justru patut dicurigai. Bisa jadi itu upaya menutupi bekas banjir atau kerusakan sebelumnya. Bau apek halus juga sering jadi petunjuk tambahan.

Cek bagian kolong jok dan karpet dengan teliti. Kalau ada karat atau bekas lembap, sebaiknya mundur perlahan. Tampilan baru belum tentu jujur.

Membeli mobil bekas butuh logika, bukan cuma perasaan tergiur harga murah. Lima ciri di atas adalah tanda bahaya yang sebaiknya tidak kamu kompromikan. Lebih baik batal beli daripada menyesal belakangan.

Ingat, mobil adalah aset yang dipakai setiap hari. Kenyamanan, keamanan, dan ketenangan jauh lebih penting dari sekadar harga miring. Jadi sebelum deal, pastikan kamu beli mobil yang sehat, bukan masalah baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Hal Ini Sering Diabaikan, Bikin Konsumsi BBM Mobil Makin Boros

20 Jan 2026, 21:15 WIBAutomotive