Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jetour Dorong Pengembangan PHEV dengan Teknologi i-DM
Banyak obstacle yang dilintasi dalam sesi test drive (Dok. Jetour)
  • Jetour menegaskan strategi globalnya di era kendaraan energi baru dengan fokus pada efisiensi, teknologi pintar, dan integrasi gaya hidup modern melalui pengembangan sistem PHEV i-DM.
  • Lini T Series i-DM hadir sebagai representasi hybrid off-road yang memadukan efisiensi listrik untuk penggunaan kota dan performa tinggi di medan berat sesuai karakter pasar Indonesia.
  • Inovasi seperti sistem Fully Automatic Intelligent XWD dan fitur external discharge memperluas fungsi kendaraan Jetour menjadi bagian gaya hidup eksploratif serta mendukung ekspansi global perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jetour menegaskan langkah strategisnya dalam memasuki era kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sebagai bagian dari pengembangan global brand.

Transformasi ini difokuskan pada penguatan teknologi, efisiensi energi, serta integrasi kendaraan dengan gaya hidup konsumen modern di berbagai pasar, termasuk Indonesia.

“Kami terus memperkuat strategi ‘Travel+’ melalui inovasi teknologi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih terintegrasi dengan gaya hidup konsumen,” ujar Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, Kamis (30/4/2026).

1. NEV jadi fondasi, i-DM perkuat transisi elektrifikasi

Jetour G700 tampil dengan gagah (Dok. Jetour)

Jetour menempatkan NEV sebagai fondasi utama pengembangan produk global, mencakup kendaraan listrik, plug-in hybrid (PHEV), hingga integrasi teknologi pintar.

Salah satu fokus utamanya adalah sistem PHEV generasi terbaru i-DM (Intelligent Dual Mode), yang dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi tanpa mengorbankan performa di berbagai kondisi jalan.

Didukung jaringan riset dan pengembangan global, pendekatan ini tidak hanya menjawab tren elektrifikasi, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem mobilitas yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang beragam.

2. T Series i-DM hadir sebagai representasi hybrid off-road

Tampil gagah dengan 6 roda (Dok. Jetour)

Implementasi teknologi i-DM diwujudkan melalui lini T Series i-DM, yang menggabungkan efisiensi energi baru dengan kapabilitas eksplorasi. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang kompleks, mulai dari penggunaan harian di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh dan aktivitas outdoor.

Melalui sistem ini, kendaraan mampu memaksimalkan penggunaan tenaga listrik untuk efisiensi di dalam kota, sekaligus mengandalkan mesin dan sistem multi-gear saat dibutuhkan performa lebih di medan berat.

“Pasar Indonesia memiliki karakter unik, di mana kendaraan tidak hanya digunakan untuk mobilitas harian, tetapi juga untuk mendukung gaya hidup eksploratif,” lanjut Ranggy.

3. Teknologi pintar ubah pengalaman off-road dan gaya hidup

Mobil dapat dikendalikan di dalam air (Dok. Jetour)

Jetour juga memperkenalkan sistem Fully Automatic Intelligent XWD dengan mode “7+X” pada T2 i-DM, yang memungkinkan kendaraan beradaptasi otomatis terhadap berbagai kondisi jalan. Inovasi ini menyederhanakan pengalaman off-road yang sebelumnya kompleks menjadi lebih intuitif dan mudah diakses.

Selain itu, fungsi kendaraan kini diperluas sebagai bagian dari gaya hidup. Model seperti T1 i-DM dilengkapi baterai 26,7 kWh dan fitur external discharge hingga 6,6 kW, memungkinkan kendaraan menjadi sumber daya listrik portabel untuk aktivitas seperti camping atau road trip.

Secara global, Jetour mencatat penjualan lebih dari 2,26 juta unit hingga Maret 2026, dengan lini T Series menyumbang lebih dari 630.000 unit dalam 31 bulan. Ke depan, penguatan teknologi i-DM akan terus menjadi fondasi utama dalam ekspansi Jetour di era elektrifikasi.

Editorial Team