Perilaku berkendara sering kali dianggap sebagai cerminan langsung dari karakter pribadi dan tingkat keterampilan seorang pengemudi. Banyak orang meyakini bahwa gaya menyetir seseorang akan tetap konstan dan konsisten, baik saat berada di dalam kabin mobil sendirian maupun ketika sedang membawa muatan penuh.
Namun, studi psikologi sosial transportasi mengungkap realitas yang berbeda mengenai dinamika di dalam ruang kemudi. Kehadiran orang lain di kursi sebelah, atau yang dikenal sebagai fenomena the passenger brake, secara ilmiah mampu memanipulasi alam bawah sadar pengemudi dan mengubah pengambilan keputusan taktis di atas aspal secara drastis.
Berikut adalah analisis ilmiah mengenai bagaimana kehadiran penumpang mengubah psikologi dan gaya menyetir seseorang di jalan raya.
