Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wiper mobil
ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Karola G)

Intinya sih...

  • Kandungan mineral dalam air keran

  • Risiko karat di sistem wiper

  • Tidak efektif membersihkan kotoran

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik mobil menganggap air wiper itu urusan sepele. Selama ada air dan bisa menyemprot kaca, dianggap sudah cukup. Padahal, salah isi air wiper bisa berdampak ke performa, visibilitas, bahkan komponen mobil itu sendiri.

Air keran memang praktis dan gratis, tapi bukan berarti aman untuk jangka panjang. Ada alasan teknis kenapa pabrikan dan bengkel menyarankan cairan khusus wiper. Ini penjelasannya.

1. Kandungan mineral dalam air keran

ilustrasi mobil dicuci (pexels.com/Sleepi Alleyne)

Air keran mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium. Saat air ini sering disemprotkan ke kaca, sisa mineral bisa meninggalkan bercak putih yang sulit hilang. Lama-lama, kaca depan jadi buram dan mengganggu pandangan.

Bukan cuma di kaca, endapan mineral juga bisa menumpuk di saluran wiper. Ini berisiko menyumbat nozzle semprotan. Awalnya sepele, tapi lama-lama bisa bikin semprotan air jadi tidak merata.

2. Risiko karat di sistem wiper

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Sergey Isaey)

Air keran tidak dirancang untuk sistem kendaraan. Kandungan tertentu di dalamnya bisa mempercepat proses korosi pada komponen logam di sistem wiper. Terutama kalau mobil sering dipakai di daerah lembap.

Karat ini tidak langsung kelihatan. Tapi dalam jangka panjang, pompa air wiper dan jalur semprot bisa rusak. Biaya perbaikannya jelas jauh lebih mahal daripada beli cairan wiper khusus.

3. Tidak efektif membersihkan kotoran

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/NEOSiAM 2024+)

Air keran hanya berfungsi membasahi kaca, bukan membersihkan. Kotoran berminyak, sisa serangga, atau debu jalanan sering tidak hilang hanya dengan air biasa. Kamu justru perlu menyemprot berkali-kali.

Cairan wiper khusus mengandung detergent ringan yang dirancang aman untuk kaca dan karet. Hasilnya, sekali semprot sudah cukup bersih tanpa harus menggosok berlebihan dengan wiper.

4. Mempercepat aus karet wiper

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Lucas Pezeta)

Karet wiper dirancang bekerja dengan cairan tertentu. Air keran yang mengandung mineral bisa membuat karet cepat mengeras. Akibatnya, sapuan wiper jadi tidak halus dan meninggalkan garis.

Kalau karet sudah aus, suara gesekan akan muncul dan kaca bisa tergores. Ini bikin pengalaman berkendara jadi tidak nyaman, terutama saat hujan atau malam hari.

5. Cairan wiper lebih aman dan ekonomis

ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak orang mengira cairan wiper itu mahal. Padahal harganya relatif terjangkau dan bisa dipakai cukup lama. Bahkan ada versi konsentrat yang tinggal dicampur air sesuai takaran.

Dengan cairan wiper yang tepat, sistem tetap bersih, kaca jernih, dan komponen lebih awet. Ini bentuk perawatan kecil yang dampaknya besar untuk keselamatan berkendara.

Mengisi air wiper dengan air keran memang terlihat praktis, tapi risikonya sering tidak disadari. Dari kaca buram, nozzle mampet, sampai kerusakan komponen, semua bisa berawal dari kebiasaan kecil ini.

Kalau kamu ingin mobil tetap nyaman dan aman dipakai jangka panjang, jangan remehkan urusan air wiper. Pilih cairan yang tepat, karena visibilitas jelas adalah kunci keselamatan di jalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team