Jangan Menegakkan Wiper Saat Parkir, Ini Risikonya

Menegakkan tangkai wiper saat memarkir kendaraan di bawah terik matahari telah menjadi pemandangan umum di area parkir terbuka. Kebiasaan ini dilakukan dengan anggapan bahwa panas matahari yang menyengat dapat merusak karet wiper jika dibiarkan menempel langsung pada kaca depan yang bersuhu tinggi.
Namun, tindakan yang awalnya bertujuan untuk memperpanjang usia pakai karet tersebut justru sering kali mengabaikan potensi kerusakan jangka panjang pada sistem mekanis pembersih kaca. Tanpa disadari, kebiasaan yang terlihat sepele ini menyimpan risiko kerusakan teknis yang biaya perbaikannya jauh lebih mahal dibandingkan sekadar mengganti karet wiper yang aus.
1. Membuat pegas penarik pada tangkai wiper jadi lemah

Setiap unit wiper dilengkapi dengan pegas baja yang berfungsi memberikan tekanan agar karet menempel dengan sempurna pada permukaan kaca. Saat tangkai wiper ditegakkan dalam waktu yang lama, pegas tersebut dipaksa berada dalam posisi meregang secara maksimal. Kondisi regangan konstan ini akan memicu kelelahan material pada baja pegas, sehingga elastisitasnya berkurang seiring berjalannya waktu.
Jika pegas sudah mulai lemah, tekanan karet wiper ke kaca tidak akan merata lagi. Hal ini mengakibatkan sapuan air menjadi tidak bersih dan meninggalkan garis-garis air yang mengganggu visibilitas saat hujan deras. Kerusakan pada pegas penarik biasanya tidak dapat diperbaiki secara terpisah, sehingga pemilik kendaraan terpaksa harus mengganti satu set tangkai wiper secara utuh hanya karena hilangnya daya tekan mekanis akibat kebiasaan tersebut.
2. Risiko benturan keras akibat gangguan eksternal

Menegakkan wiper membuat posisi komponen tersebut menjadi sangat rentan terhadap gangguan luar, seperti angin kencang atau sentuhan tidak sengaja dari orang yang melintas. Jika wiper yang sedang tegak terkena guncangan dan terhempas kembali ke arah kaca secara mendadak, hantaman keras dari rangka besi wiper dapat menyebabkan kaca depan retak atau pecah seketika.
Hantaman ini sering kali terjadi dengan energi kinetik yang besar karena dorongan pegas yang kuat. Biaya penggantian kaca depan mobil sangatlah tinggi dan pengerjaannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Risiko kecelakaan kecil yang berujung pada kerusakan kaca ini jauh lebih nyata dan merugikan dibandingkan dengan risiko karet wiper yang sedikit mengeras akibat panas matahari, yang sebenarnya bisa diatasi dengan penggantian berkala yang murah.
3. Degradasi material akibat paparan panas yang tidak merata

Alasan utama pengemudi menegakkan wiper adalah untuk melindungi karet dari suhu panas kaca, namun sebenarnya karet wiper modern sudah dirancang dengan material sintetis yang tahan terhadap panas ekstrem. Menegakkan wiper justru membuat seluruh bagian karet terpapar sinar ultraviolet secara langsung dari berbagai sisi tanpa adanya perlindungan. Paparan UV yang tidak merata ini sering kali menyebabkan struktur karet menjadi pecah-pecah atau getas lebih cepat daripada jika ia menempel secara mendatar pada permukaan kaca.
Selain itu, saat wiper ditegakkan, debu dan kotoran kasar akan lebih mudah menempel pada bagian pinggir karet yang tajam. Ketika wiper diturunkan dan langsung digunakan, butiran debu tersebut bertindak sebagai amplas yang justru menggores permukaan kaca depan. Cara terbaik untuk melindungi wiper adalah dengan menggunakan alas kecil atau wiper stand tambahan yang hanya mengangkat karet beberapa milimeter di atas kaca, tanpa harus meregangkan pegas tangkai secara berlebihan.


















