Fenomena pengendara sepeda motor yang sigap mengambil celah sempit di antara deretan mobil, atau yang dikenal dengan istilah lane splitting, sering kali memicu perdebatan di jalan raya. Bagi pengemudi mobil, tindakan ini kerap dianggap sebagai bentuk arogansi atau perilaku ugal-ugalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Namun, di balik gerakan lincah tersebut, terdapat dorongan psikologis dan insting manusia yang jauh lebih kompleks daripada sekadar keinginan untuk melanggar aturan. Perilaku menyalip di tengah kemacetan sebenarnya merupakan manifestasi dari persepsi ruang dan upaya otak manusia dalam mencari efisiensi waktu serta ruang secara instan.
