Rem Motor Berdecit setelah Dicuci Apakah Normal? Cek Faktanya

- Penyebab rem berdecit setelah dicuci
- Kondisi rem berdecit yang masih tergolong aman
- Tanda rem berdecit yang perlu diwaspadai
Usai motor dicuci sampai kinclong, harapannya perjalanan jadi lebih nyaman dan pede. Tapi nyatanya, banyak pengendara justru dibuat risih karena rem mendadak berdecit saat ditekan. Suara ini tak pelak bikin was-was, apalagi kalau baru pertama kali mengalaminya.
Buat kamu yang penasaran, rem berdecit setelah dicuci sebenarnya gak selalu pertanda masalah serius. Pasalnya, ada beberapa kondisi yang memang wajar terjadi setelah komponen rem terkena air. Kendati begitu, tetap ada situasi tertentu yang perlu kamu waspadai supaya keselamatan berkendara tetap terjamin.
1. Penyebab rem berdecit setelah dicuci

Akar masalah rem berdecit setelah dicuci sejatinya berasal dari gesekan yang terlalu kesat dan tidak stabil, bukan semata-mata karena kondisi basah. Usai dicuci, lapisan tipis debu atau residu alami yang biasanya membantu meredam getaran ikut hilang. Alhasil, kampas rem langsung menggigit permukaan cakram atau tromol yang sangat bersih dan menimbulkan bunyi.
Air dan sisa sabun berperan sebagai pemicu kondisi tersebut, bukan penyebab utama. Setelah air menguap, permukaan kampas yang keras atau sudah mengkilap akan menghasilkan gesekan tinggi secara tiba-tiba. Gesekan yang naik-turun inilah yang memunculkan getaran mikro, lalu terdengar sebagai suara decitan saat rem ditekan.
2. Kondisi rem berdecit yang masih tergolong aman

Rem berdecit yang muncul hanya sesaat setelah motor dicuci umumnya masih dalam batas wajar dan aman. Biasanya suara hanya terdengar pada beberapa kali pengereman awal, terutama saat motor baru keluar dari tempat cuci. Seiring kampas dan cakram kembali bekerja dalam kondisi kering dan stabil, decitan akan berangsur hilang dengan sendirinya.
Kondisi ini terbilang normal selama karakter pengereman tidak berubah. Daya cengkeram masih terasa pakem, respons tuas atau pedal tetap konsisten, dan jarak berhenti motor masih dalam batas normal. Nah, kalau rem hanya berisik sebentar tanpa gejala lain, kamu gak perlu panik berlebihan atau langsung menganggap ada kerusakan serius.
3. Tanda rem berdecit yang perlu diwaspadai

Situasi jadi beda cerita kalau rem berdecit gak kunjung hilang meski motor sudah dipakai cukup lama. Apalagi jika bunyinya makin nyaring dan terasa mengganggu, ini bukan lagi sekadar efek setelah dicuci. Ini patut dicurigai sebagai tanda keausan atau masalah pada kampas rem.
Tanda lain yang gak boleh diabaikan adalah munculnya getaran saat tuas atau pedal rem ditekan. Getaran ini bisa terasa halus hingga cukup mengganggu kontrol pengereman. Dalam kondisi seperti ini, ada kemungkinan permukaan cakram bergelombang atau kampas sudah tidak rata, sehingga pengecekan di bengkel jadi langkah paling aman sebelum risiko makin besar.
4. Cara mencegah rem berdecit setelah mencuci motor

Langkah paling sederhana untuk mencegah rem berdecit adalah memastikan area pengereman cepat kembali kering. Setelah motor dicuci, biasakan memutar roda lalu menekan rem beberapa kali secara perlahan. Cara ini membantu menghilangkan sisa air sekaligus menormalkan kembali permukaan kampas dan cakram.
Selain itu, perhatikan cara mencuci motor agar tidak memicu masalah di kemudian hari. Hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke area rem karena bisa mendorong kotoran masuk ke sela kampas. Rutin mengecek kondisi kampas rem dan membersihkan cakram secara berkala juga penting supaya performa pengereman tetap optimal dan suara decitan gak sering muncul.
Rem motor berdecit setelah dicuci pada dasarnya masih tergolong normal jika hanya terjadi sementara. Suara tersebut umumnya muncul akibat gesekan rem yang menjadi terlalu kesat dan belum kembali stabil usai terkena air. Kendati begitu, jangan abaikan jika decitan berlangsung lama atau disertai gejala lain, karena keselamatan berkendara selalu jadi prioritas utama.


















