Kepemilikan mobil mewah sering kali dianggap sebagai simbol kesuksesan finansial dan status sosial yang prestisius. Namun, di balik kenyamanan kabin yang senyap dan performa mesin yang gahar, tersimpan realitas ekonomi yang kurang menyenangkan bagi para pemiliknya, yaitu laju penyusutan nilai aset yang sangat agresif.
Fenomena depresiasi pada kendaraan kelas atas terjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan mobil kategori ekonomis atau kendaraan harian. Memahami penyebab di balik anjloknya harga mobil premium sangat penting bagi para kolektor maupun konsumen yang ingin menjaga stabilitas portofolio aset mereka dari kerugian yang tidak perlu.
