Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Beli Mobil Bekas dengan Ciri-ciri Berikut!

Jangan Beli Mobil Bekas dengan Ciri-ciri Berikut!
Ilustrasi mobil tua (Unsplash/Benjamin Child)
Intinya Sih

  • Bekas terendam banjir dapat merusak sistem elektrikal dan menyebabkan korosi pada ECU dan sensor modern.

  • Riwayat kecelakaan hebat dapat merusak struktur rangka mobil bekas, mengurangi keamanan dan kendali pengemudi.

  • Modifikasi mesin ekstrem dan manipulasi jarak tempuh meningkatkan risiko kerusakan mesin dan biaya perawatan yang tidak terduga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pasar mobil bekas menawarkan godaan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan unit baru di dealer. Namun, di balik kilap cat dan harum kabin yang segar, sering kali tersimpan risiko besar yang dapat menguras kantong serta mengancam keselamatan di jalan raya.

Ketelitian dalam memeriksa unit sebelum melakukan transaksi adalah kunci utama agar tidak terjebak dalam penipuan atau kerugian finansial jangka panjang. Membeli mobil bekas memerlukan logika yang kuat dan pengetahuan teknis dasar untuk mengenali tanda-tanda kerusakan permanen yang sengaja disembunyikan oleh penjual nakal.

1. Bekas terendam banjir yang merusak sistem elektrikal

Mobil tua di pojok Kota Shiraz yang ada di Iran (unsplash.com/Foroozan Faraji)
Mobil tua di pojok Kota Shiraz yang ada di Iran (unsplash.com/Foroozan Faraji)

Mobil yang pernah terendam banjir merupakan mimpi buruk bagi setiap pemilik kendaraan karena air mampu menyusup ke celah terkecil di sistem kelistrikan. Ciri yang paling mudah dikenali adalah aroma apek yang menyengat di dalam kabin meskipun sudah menggunakan pengharum ruangan dosis tinggi. Selain itu, perhatikan adanya karat atau endapan lumpur halus pada bagian yang sulit dibersihkan, seperti di bawah jok, di dalam lubang pemantik rokok, atau di balik karet pintu.

Sistem Electronic Control Unit (ECU) dan sensor-sensor modern sangat sensitif terhadap korosi akibat sisa air. Jika tetap memaksakan membeli mobil dengan riwayat banjir, potensi terjadinya korsleting atau kegagalan sistem pengereman ABS sangat tinggi. Biaya perbaikan untuk mengganti seluruh rangkaian kabel sering kali tidak sebanding dengan harga beli mobil tersebut, sehingga lebih baik segera meninggalkan unit dengan ciri-ciri seperti ini.

2. Riwayat kecelakaan hebat yang merusak struktur rangka

ilustrasi mobil tua (unsplash.com/Jakob Owens)
ilustrasi mobil tua (unsplash.com/Jakob Owens)

Struktur rangka atau chassis adalah tulang punggung keselamatan sebuah kendaraan yang dirancang untuk menyerap benturan. Mobil bekas yang pernah mengalami kecelakaan hebat biasanya memiliki bekas perbaikan pada pilar-pilar utama atau tulang di ruang mesin. Periksa konsistensi celah (gap) antar panel bodi; jika jarak antara kap mesin dan sepatbor tidak simetris, ada kemungkinan besar struktur mobil sudah tidak lagi presisi.

Rangka yang pernah bengkok dan diperbaiki kembali tidak akan pernah memiliki kekuatan yang sama dengan kondisi pabrikan. Hal ini sangat berbahaya karena jika terjadi benturan ulang, zona deformasi (crumple zone) tidak akan bekerja optimal dalam melindungi penumpang di dalamnya. Selain masalah keamanan, mobil dengan rangka yang sudah tidak lurus akan mengalami kendala pada pengendalian, seperti mobil yang selalu membuang ke satu sisi meskipun sudah dilakukan spooring.

3. Modifikasi mesin ekstrem dan manipulasi jarak tempuh

ilustrasi panel speedometer pada dasbor mobil (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)
ilustrasi panel speedometer pada dasbor mobil (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)

Sering kali ditemukan mobil bekas dengan tampilan mesin yang sudah tidak standar karena penggunaan komponen balap atau penambahan perangkat yang memaksa kinerja mesin melampaui batas. Mesin yang sudah sering dimodifikasi secara ekstrem biasanya memiliki tingkat keausan komponen internal yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin standar. Hal ini meningkatkan risiko turun mesin dalam waktu dekat setelah unit berpindah tangan.

Selain modifikasi, waspadai juga angka pada odometer yang terlihat sangat rendah namun tidak sebanding dengan kondisi fisik kendaraan. Jika setir sudah aus, pedal karet sudah tipis, dan jok kulit sudah pecah-pecah namun angka jarak tempuh masih di bawah 20.000 kilometer, kemungkinan besar terjadi manipulasi odometer. Membeli mobil dengan data yang tidak jujur hanya akan mempersulit penjadwalan perawatan berkala dan menyebabkan biaya perawatan membengkak secara tidak terduga di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More