Dinamika industri otomotif menciptakan hubungan simbiosis yang unik antara pasar mobil baru dan pasar mobil bekas. Sering kali diasumsikan bahwa harga mobil baru sepenuhnya ditentukan oleh biaya produksi dan kebijakan prinsipal, namun dalam realitanya, nilai jual kembali atau resale value memegang peranan krusial sebagai jangkar psikologis dan ekonomi bagi konsumen.
Harga unit bekas di pasaran bertindak sebagai indikator kesehatan sebuah merek dan kepercayaan publik terhadap produk tersebut. Ketika sebuah kendaraan memiliki depresiasi yang rendah di pasar sekunder, hal ini memberikan fondasi yang kuat bagi produsen untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan harga unit baru tanpa kehilangan basis pelanggan setianya.
