Pernahkah kamu memperhatikan saat kaca depan mobil pecah, retakannya biasanya membentuk pola seperti jaring laba-laba. Sementara, kaca samping justru pecah menjadi butiran-butiran kecil? Perbedaan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Setiap bagian kaca pada mobil dirancang dengan karakteristik tertentu yang disesuaikan dengan fungsi dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan. Karena itulah, kaca depan, samping, dan belakang tidak selalu dibuat dengan material yang sama.
Produsen mobil sengaja memilih jenis kaca yang berbeda untuk setiap bagian kendaraan demi meningkatkan keselamatan pengemudi dan penumpang. Selain melindungi dari angin, hujan, dan debu, kaca mobil juga berperan dalam menjaga struktur kendaraan saat terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, kaca depan biasanya dibuat dengan jenis yang berbeda dari kaca samping dan belakang. Lalu, apa alasan di balik perbedaan tersebut? Berikut penjelasannya.
