Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Sensor Parkir Bisa Error Saat Hujan Deras? Ini Alasannya

ilustrasi mobil parkir saat hujan
ilustrasi mobil parkir saat hujan (pexels.com/Erik Mclean)
Intinya sih...
  • Sinyal ultrasonik terganggu oleh tetesan air hujan, membuat sensor parkir salah baca jarak dan terus berbunyi.
  • Kelembapan tinggi saat hujan menyebabkan kondensasi di dalam sensor, mempengaruhi pembacaan jarak secara akurat.
  • Kotoran dan lumpur yang menempel di permukaan sensor dapat menghalangi pancaran gelombang ultrasonik, membuat sensor salah membaca jarak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hujan deras sering kali membawa suasana yang menenangkan, tapi tidak untuk para pengendara yang sedang berada di jalan. Selain jarak pandang menurun, genangan air dan kabut juga bisa jadi tantangan tersendiri. Salah satu masalah yang sering muncul saat hujan lebat adalah sensor parkir mobil yang tiba-tiba error, berbunyi terus-menerus, atau malah gak berfungsi sama sekali.

Padahal, sensor parkir termasuk teknologi yang cukup membantu, terutama di kondisi sempit atau padat kendaraan. Namun, kenyataannya alat ini sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Jadi ketika hujan deras datang, banyak faktor yang bisa membuat sensor ini keliru membaca objek di sekitarnya. Yuk, bahas lebih dalam penyebab kenapa sensor parkir bisa error saat hujan deras!

1. Terganggunya sinyal ultrasonik akibat tetesan air

ilustrasi mobil parkir saat hujan
ilustrasi mobil parkir saat hujan (pexels.com/Erik Mclean)

Sensor parkir biasanya bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi jarak antara mobil dan objek di belakangnya. Saat cuaca kering, gelombang ini bisa memantul sempurna dan kembali ke sensor, memberi sinyal seberapa dekat mobil dengan penghalang. Namun, ketika hujan deras, tetesan air yang menempel di permukaan sensor bisa mengganggu pantulan gelombang ini. Akibatnya, sinyal yang diterima jadi tidak akurat atau malah salah baca.

Air hujan memiliki kepadatan berbeda dari udara, sehingga dapat membelokkan atau menyerap sebagian sinyal ultrasonik. Inilah yang membuat sensor parkir kadang mengira ada benda di belakang mobil, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa. Bahkan, ada kasus di mana sensor terus berbunyi padahal area belakang kosong. Kondisi ini wajar terjadi karena air memang mengubah cara gelombang suara berinteraksi di udara.

2. Kelembapan tinggi memicu kondensasi pada sensor

ilustrasi mobil parkir saat hujan
ilustrasi mobil parkir saat hujan (pexels.com/Erik Mclean)

Selain gangguan dari luar, kelembapan yang meningkat saat hujan juga bisa memengaruhi kinerja sensor parkir. Udara lembap dapat menimbulkan embun di dalam housing sensor, terutama jika sistem pelindungnya sudah mulai aus. Kondensasi ini menyebabkan komponen elektronik di dalam sensor terganggu dan membuat pembacaan jarak jadi tidak akurat.

Dalam jangka panjang, kelembapan yang terus-menerus menumpuk bisa merusak sirkuit internal. Sensor yang tadinya normal bisa jadi lebih sensitif atau malah gagal merespons. Hal ini umum terjadi pada mobil yang sering terpapar hujan tanpa perawatan rutin. Jadi, menjaga agar sensor tetap kering dan bersih itu penting supaya tetap bisa berfungsi optimal.

3. Kotoran dan lumpur menempel di permukaan sensor

ilustrasi mobil parkir saat hujan
ilustrasi mobil parkir saat hujan (pexels.com/Erik Mclean)

Saat hujan deras, bukan cuma air yang bertebaran, tapi juga lumpur, pasir, dan kotoran yang terbawa dari jalanan. Partikel-partikel ini bisa menempel di permukaan sensor dan menghalangi pancaran gelombang ultrasonik. Walau terlihat sepele, lapisan tipis lumpur saja sudah cukup untuk membuat sensor salah membaca jarak.

Biasanya, tanda-tandanya terlihat saat sensor terus berbunyi meskipun mobil belum terlalu dekat dengan objek di belakangnya. Hal ini terjadi karena gelombang ultrasonik memantul pada kotoran, bukan pada benda di sekitar. Maka dari itu, membersihkan sensor setelah melewati jalan basah atau berlumpur bisa membantu mencegah error yang tidak perlu.

4. Gangguan listrik akibat percikan air di sistem kelistrikan

ilustrasi mobil parkir saat hujan
ilustrasi mobil parkir saat hujan (pexels.com/Mario Alvarado)

Sensor parkir bekerja dengan sistem kelistrikan yang sensitif terhadap air. Saat hujan deras, percikan air bisa masuk ke area kabel atau konektor yang tidak tertutup rapat. Kondisi ini menyebabkan gangguan arus atau korsleting ringan yang akhirnya memicu error di sistem sensor.

Jika hal ini dibiarkan, bukan cuma sensor parkir yang terdampak, tapi juga komponen elektronik lain seperti kamera belakang atau sistem peringatan tabrakan. Itulah kenapa penting untuk memastikan konektor sensor selalu tertutup rapat dan tahan air. Pemeriksaan berkala di bengkel juga bisa membantu memastikan seluruh sistem tetap aman dari risiko korsleting.

Hujan memang membawa banyak tantangan untuk kendaraan modern, terutama yang mengandalkan sistem elektronik seperti sensor parkir. Mulai dari gangguan sinyal ultrasonik, kelembapan tinggi, hingga lumpur dan percikan air, semuanya bisa memengaruhi kinerja alat ini.

Agar sensor tetap berfungsi optimal, rajinlah membersihkannya dan lakukan pemeriksaan rutin, terutama setelah melewati hujan lebat. Dengan perawatan sederhana, mobil bisa tetap aman dan sensor parkir pun bekerja sebagaimana mestinya, bahkan di tengah cuaca ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kebiasaan Sepele Ini Bisa Memperpendek Umur Baterai Mobil Listrik

16 Jan 2026, 09:05 WIBAutomotive