Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Setir Mobil di Indonesia Berada di Sebelah Kanan?
ilustrasi stir kanan mobil (pexels.com/Keenan Constance)
  • Posisi setir kanan di Indonesia mengikuti sistem lalu lintas kiri agar pengemudi punya pandangan lebih luas dan mudah bermanuver di jalan.
  • Sistem ini merupakan warisan masa kolonial Belanda yang tetap dipertahankan karena sudah sesuai dengan infrastruktur dan aturan lalu lintas nasional.
  • Perbedaan posisi setir antarnegara disesuaikan dengan arah lalu lintas masing-masing demi keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Indonesia, mobil punya setir di kanan karena mobil jalan di sisi kiri jalan. Dulu waktu zaman Belanda juga sudah begitu. Kalau setir di kanan, sopir bisa lihat jalan lebih jelas dan lebih aman saat nyetir. Negara lain beda, ada yang setirnya di kiri. Sekarang aturan ini masih dipakai terus sampai sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang terbiasa mengemudikan mobil dengan posisi setir di sebelah kanan tanpa pernah mempertanyakan alasannya. Padahal, di beberapa negara lain, posisi setir justru berada di sebelah kiri. Perbedaan ini bukan terjadi karena preferensi produsen mobil, melainkan berkaitan dengan aturan lalu lintas yang berlaku di masing-masing negara.

Indonesia termasuk negara yang menggunakan sistem lalu lintas sebelah kiri, sehingga posisi setir ditempatkan di sisi kanan kendaraan. Berikut beberapa alasan mengapa pengaturan tersebut digunakan.

1. Menyesuaikan sistem lalu lintas sebelah kiri

ilustrasi stir kanan mobil (pexels.com/Yogendra Singh)

Di Indonesia, kendaraan berjalan di lajur sebelah kiri jalan. Agar pengemudi memiliki posisi pandang yang lebih baik terhadap arah lalu lintas, setir ditempatkan di sisi kanan mobil. Posisi ini memudahkan pengemudi melihat kondisi jalan di depan maupun kendaraan dari arah berlawanan.

Pengaturan tersebut juga membantu saat melakukan manuver, seperti menyalip kendaraan lain. Dengan posisi duduk yang lebih dekat ke garis tengah jalan, pengemudi dapat memperkirakan ruang yang tersedia dengan lebih baik. Hal ini menjadi salah satu alasan utama penggunaan setir kanan.

2. Merupakan warisan sistem lalu lintas pada masa kolonial

ilustrasi stir kanan mobil (pexels.com/Acharaporn Kamornboonyarush)

Sistem berkendara di sebelah kiri di Indonesia sudah diterapkan sejak masa pemerintahan kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, sistem tersebut tetap dipertahankan karena sudah menjadi bagian dari infrastruktur dan aturan lalu lintas yang berlaku. Mengubahnya akan membutuhkan penyesuaian yang sangat besar.

Akibatnya, kendaraan yang dipasarkan di Indonesia juga dirancang menggunakan setir kanan. Hingga saat ini, sistem tersebut tetap digunakan karena dinilai paling sesuai dengan kondisi lalu lintas nasional. Konsistensi aturan juga membantu menjaga ketertiban di jalan.

3. Berbeda dengan negara yang berkendara di sebelah kanan

ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)

Tidak semua negara menggunakan sistem lalu lintas yang sama. Negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis menerapkan lalu lintas sebelah kanan, sehingga mobil yang digunakan memiliki setir di sebelah kiri. Posisi setir selalu mengikuti sisi jalan yang digunakan untuk berkendara.

Perbedaan ini membuat kendaraan dari satu negara belum tentu dapat langsung digunakan di negara lain tanpa memenuhi aturan yang berlaku. Karena itu, produsen mobil biasanya memproduksi versi setir kanan dan setir kiri untuk pasar yang berbeda. Penyesuaian tersebut bertujuan mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara.

4. Membantu meningkatkan keselamatan berkendara

ilustrasi mobil stir kanan (pexels.com/Kenzhar Zharap)

Posisi setir yang sesuai dengan sistem lalu lintas membantu pengemudi memperoleh sudut pandang yang lebih baik. Saat menyalip, berbelok, atau memasuki persimpangan, pengemudi dapat melihat kondisi lalu lintas dengan lebih jelas. Hal ini berkontribusi dalam mengurangi risiko kesalahan saat berkendara.

Selain itu, berbagai fitur keselamatan pada kendaraan juga dirancang mengikuti posisi pengemudi. Penempatan spion, lampu, hingga sistem bantuan pengemudi disesuaikan dengan konfigurasi setir kanan atau setir kiri. Dengan demikian, seluruh sistem dapat bekerja secara lebih optimal.

5. Tidak memengaruhi kualitas atau performa mobil

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Elina Sozonova)

Posisi setir di sebelah kanan maupun kiri tidak membuat sebuah mobil menjadi lebih baik atau lebih buruk. Perbedaannya hanya menyesuaikan aturan lalu lintas di negara tempat kendaraan digunakan. Mesin, performa, dan teknologi yang dimiliki kendaraan tetap dapat sama meski konfigurasi setirnya berbeda.

Karena itu, produsen otomotif biasanya menyediakan versi yang berbeda untuk berbagai pasar dunia. Dengan konfigurasi yang sesuai, pengemudi dapat menggunakan kendaraan secara lebih aman dan nyaman. Inilah alasan mengapa mobil di Indonesia hampir selalu menggunakan setir kanan.

Posisi setir mobil di Indonesia berada di sebelah kanan karena mengikuti sistem lalu lintas yang mengharuskan kendaraan melaju di sisi kiri jalan. Pengaturan ini membantu meningkatkan visibilitas pengemudi, memudahkan manuver, dan mendukung keselamatan selama berkendara.

Meski terlihat sederhana, posisi setir merupakan bagian penting dari desain kendaraan yang disesuaikan dengan aturan di setiap negara. Karena itu, perbedaan letak setir bukan sekadar pilihan desain, melainkan hasil penyesuaian terhadap sistem lalu lintas yang berlaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article