Tabrakan kendaraan bermotor sering kali menyisakan pemandangan dramatis berupa kobaran api yang menghanguskan seluruh badan mobil dalam waktu singkat. Meskipun teknologi keselamatan otomotif telah berkembang pesat, risiko kebakaran pasca-benturan tetap menjadi ancaman nyata yang dipicu oleh interaksi antara kerusakan mekanis dan bahan kimia yang mudah terbakar.
Memahami mekanisme di balik munculnya api saat kecelakaan sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan transportasi. Benturan keras bukan sekadar merusak estetika kendaraan, melainkan juga mengacaukan stabilitas sistem distribusi energi dan bahan bakar yang dirancang sedemikian rupa di bawah kap mesin serta tangki belakang.
