Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Risiko Mobil Pernah Mengalami Overheating, Wajib Diwaspadai!

ilustrasi mobil (unsplash.com/Jaromír Kavan)
ilustrasi mobil (unsplash.com/Jaromír Kavan)
Intinya sih...
  • Kerusakan pada kepala silinder
  • Gasket kepala silinder mudah bocor
  • Penurunan performa dan efisiensi mesin
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Overheating pada mobil bukanlah sekadar masalah suhu mesin yang meningkat sesaat, namun juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan serius pada sistem pendinginan. Jika kondisi ini pernah terjadi sebelumnya, maka dampaknya bisa muncul dalam jangka panjang, walau mobil terlihat kembali normal setelah diperbaiki.

Banyak memiliki kendaraan yang mungkin menganggap bahwa overheating sebagai kejadian sepele karena mobil masih tetap bisa digunakan dengan aman. Padahal, ada beberapa resiko berikut ini yang bisa dialami mobil apabila pernah mengalami overheating sebelumnya, sehingga wajib diwaspadai.

1. Kerusakan pada kepala silinder

ilustrasi kap mesin mobil (unsplash.com/Sitraka)
ilustrasi kap mesin mobil (unsplash.com/Sitraka)

Overheating dapat menyebabkan kepala silinder memuai secara tidak wajar yang diakibatkan karena suhu terlalu tinggi. Kondisi ini memang bisa berisiko menimbulkan adanya perubahan bentuk karena kepala silinder jadi melengkung, sehingga celah antara komponen mesin menjadi tidak presisi lagi.

Jika dibiarkan, maka kerusakan ini bisa memicu kebocoran kompresi dan menurunkan tenaga mesin secara signifikan. Perbaikannya pun tidak murah karena sering kali memerlukan proses perbaikan ulang atau penggantian komponen yang ada di dalamnya, sehingga hal ini wajib diwaspadai oleh pemiliknya.

2. Gasket kepala silinder mudah bocor

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

Suhu berlebih ternyata bisa berpotensi merusak gasket kepala silinder yang berfungsi sebagai penyekat antara blok mesin dan juga kepala silinder. Gasket yang melemah akan sulit untuk menahan tekanan dan cairan yang ada di dalam mesin, sehingga inilah yang menjadi masalah utamanya.

Akibat dari hal ini akan membuat oli dan cairan pendingin bisa tercampur, sehingga justru mengganggu sistem pelumasan yang terdapat di dalam mobil. Jika terus dibiarkan dalam waktu lama, maka kerusakan mesin akan menjadi lebih parah dan pada akhirnya berujung pada kondisi turun mesin yang serius.

3. Penurunan performa dan efisiensi mesin

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mobil yang pernah mengalami overheating pada umumnya kerap mengalami penurunan performa yang diakibatkan karena komponen internal tidak lagi mampu bekerja secara optimal. Gesekan antar bagian mesin menjadi lebih besar karena perubahan struktur material yang terjadi, sehingga hal inilah yang perlu diwaspadai oleh pemiliknya.

Efisiensi bahan bakar juga dapat mengalami penurunan secara signifikan karena proses pembakaran tidak berlangsung dengan sempurna. Kondisi ini ternyata akan membuat pengonsumsian bahan bakar menjadi jauh lebih boros, meski gaya berkendara sebetulnya tetap sama seperti sebelumnya.

4. Usia mesin menjadi lebih pendek

ilustrasi kap mesin mobil (unsplash.com/Evan Brorby)
ilustrasi kap mesin mobil (unsplash.com/Evan Brorby)

Panas berlebih ternyata dapat mempercepat potensi keausan pada komponen mesin, seperti  piston, ring piston, dan dinding silinder. Kerusakan mikro yang terjadi ternyata sering tidak langsung terlihat, namun dampaknya ternyata bisa terasa dalam jangka panjang, sehingga hal inilah yang perlu diwaspadai.

Akibat dari hal ini akan membuat usia pakai mesin menjadi lebih pendek jika dibandingkan mobil yang mungkin tidak pernah mengalami overheating sebelumnya. Risiko kerusakan berulang pun akan semakin meningkat, sehingga biaya perawatan menjadi jauh lebih besar dari semestinya.

Mobil yang pernah mengalami overheating jelas memerlukan perhatian dan perawatan ekstra agar tidak sampai menimbulkan masalah lanjutan. Dengan  memahami faktor risikonya sejak awal, maka pemilik kendaraan pun bisa bersikap lebih waspada dan melakukan perawatan yang tepat untuk memastikan kondisi mesin bekerja dengan optimal. Jangan pernah mengabaikan mobil yang pernah mengalami kondisi overheating sebelumnya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Mobil Hybrid Bukan Buat Semua Orang?

17 Jan 2026, 09:05 WIBAutomotive