Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Penggunaan Mobil yang Bisa Mengurangi Nilai Jual Kembali

ilustrasi membeli mobil
ilustrasi membeli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya sih...
  • Mengabaikan servis rutin dan perawatan berkala
  • Berkendara kasar dan agresif
  • Mengabaikan kebersihan eksterior dan interior
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil bukan cuma alat transportasi, tapi juga investasi jangka menengah hingga panjang. Cara penggunaan sehari-hari bisa memengaruhi kondisi mobil, yang pada akhirnya berdampak pada nilai jual kembali. Banyak orang gak sadar kalau kebiasaan kecil sehari-hari bisa bikin harga mobil turun drastis saat ingin dijual.

Selain itu, menjaga mobil tetap prima bukan cuma soal perawatan rutin, tapi juga cara menggunakannya. Cara berkendara, pemilihan bahan bakar, hingga kebiasaan parkir bisa memengaruhi performa dan tampilan kendaraan. Mengetahui kesalahan yang sering dilakukan membantu mobil tetap bernilai tinggi sekaligus nyaman dikendarai. Yuk, simak beberapa kesalahan umum yang sering bikin nilai jual mobil turun!

1. Mengabaikan servis rutin dan perawatan berkala

ilustrasi servis mobil
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mengabaikan servis rutin merupakan salah satu kesalahan paling fatal yang bisa mengurangi nilai jual mobil. Servis berkala menjaga komponen mesin tetap bekerja optimal dan mencegah kerusakan besar yang mahal perbaikannya. Mobil yang jarang diservis biasanya menunjukkan tanda-tanda aus, dari suara mesin berbeda hingga performa yang menurun.

Catatan servis yang lengkap juga penting untuk pembeli berikutnya, karena menunjukkan bukti perawatan. Mobil dengan histori perawatan lengkap lebih mudah dipercaya dan bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Sebaliknya, mobil tanpa bukti perawatan sering dipandang berisiko, sehingga nilai jual otomatis turun.

2. Berkendara kasar dan agresif

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Luke Miller)

Berkendara kasar, seperti sering ngebut atau melakukan hard braking, bikin komponen mobil cepat aus. Suspensi, rem, dan transmisi menanggung tekanan lebih besar dari seharusnya. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kebiasaan ini berdampak langsung pada kondisi mobil saat dijual.

Banyak pembeli yang menilai mobil berdasarkan performa mesin dan suspensi saat test drive. Jika terasa kasar atau ada suara mencurigakan, harga tawar biasanya turun drastis. Menjaga gaya berkendara halus bukan cuma bikin mobil lebih awet, tapi juga menjaga nilai jual tetap tinggi.

3. Mengabaikan kebersihan eksterior dan interior

ilustrasi interior mobil
ilustrasi interior mobil (pexels.com/Mike Bird)

Mobil kotor dan terabaikan dari luar maupun dalam memberi kesan pemilik kurang peduli. Cat mobil yang kusam, jok kotor, atau karpet berdebu bisa membuat calon pembeli ragu membeli dengan harga tinggi. Penampilan yang terawat mencerminkan perawatan keseluruhan, termasuk mesin dan komponen lainnya.

Perawatan rutin seperti waxing, cuci interior, dan penggunaan air freshener dengan aroma woody atau fresh citrus bisa meningkatkan daya tarik mobil. Mobil yang terlihat bersih dan harum memberi kesan terawat, sehingga nilai jual lebih tinggi. Sebaliknya, mobil yang terlihat lusuh sering sulit mendapat harga sesuai ekspektasi.

4. Menggunakan bahan bakar atau oli yang salah

ilustrasi ganti oli mobil
ilustrasi ganti oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

Pemilihan bahan bakar dan oli yang gak sesuai spesifikasi pabrikan bisa merusak performa mesin. Mesin yang sering menggunakan bahan bakar oktan rendah atau oli yang tidak direkomendasikan berisiko mengalami knocking, korosi, dan penurunan efisiensi. Dampaknya bukan cuma mesin cepat aus, tapi juga nilai jual turun karena biaya perbaikan mahal.

Pembeli cerdas biasanya mengecek riwayat penggunaan oli dan bahan bakar sebelum membeli. Mobil dengan catatan penggunaan bahan bakar dan oli sesuai pabrikan lebih meyakinkan dan lebih mudah dijual dengan harga tinggi. Menjaga kualitas bahan bakar dan oli adalah cara sederhana tapi krusial untuk mempertahankan nilai mobil.

5. Parkir di tempat yang salah dan kurang aman

ilustrasi mobil parkir
ilustrasi mobil parkir (pexels.com/ Connor McManus)

Parkir sembarangan atau di lokasi berisiko tinggi bisa meninggalkan kerusakan eksterior. Dari goresan akibat tiang parkir hingga cat mobil yang teroksidasi akibat sinar matahari langsung, kebiasaan ini berdampak besar pada tampilan mobil. Kondisi eksterior yang buruk sering membuat calon pembeli menawar lebih rendah.

Selain itu, parkir di tempat tidak aman meningkatkan risiko dicuri atau dirusak orang lain. Mobil yang sering terkena hujan atau sinar UV tanpa pelindung juga mempercepat penuaan cat dan bagian interior. Menjaga mobil tetap terparkir di tempat aman dan teduh adalah cara efektif mempertahankan nilai jual.

Kesalahan penggunaan mobil memang bisa terjadi tanpa disadari, tapi efeknya sangat nyata pada nilai jual kembali. Perawatan rutin, gaya berkendara halus, kebersihan, bahan bakar sesuai spesifikasi, dan parkir yang tepat menjadi kunci utama. Dengan memperhatikan hal-hal ini, mobil tetap nyaman dikendarai sekaligus bernilai tinggi ketika waktunya dijual. Memperhatikan detail kecil sehari-hari bisa membuat investasi mobil tetap aman dan menguntungkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Automotive

See More

4 Tanda Mobil Bekas Pernah Turun Mesin, Wajib Diwaspadai!

14 Jan 2026, 21:42 WIBAutomotive