Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi servis mobil
ilustrasi servis mobil (unsplash.com/Kenny Eliason)

Intinya sih...

  • Kualitas bahan bakar diesel sangat penting untuk kesehatan mesin, penggunaan bahan bakar berkualitas membantu menjaga sistem pembakaran tetap bersih.

  • Memeriksa dan mengganti filter bahan bakar sesuai interval pabrikan sangat dianjurkan untuk menjaga aliran bahan bakar tetap lancar dan mesin lebih awet.

  • Menyesuaikan interval oli dengan rekomendasi pabrikan memastikan komponen mesin tetap terlindungi, oli berkualitas membantu menjaga gesekan minimal dan mengurangi panas berlebih.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merawat mesin diesel memang terdengar lebih sederhana dibanding mesin bensin, tetapi kenyataannya banyak pengendara sering melakukan kesalahan sepele yang berdampak panjang. Mesin diesel memiliki karakteristik dan kebutuhan spesifik yang berbeda, sehingga perlakuan yang keliru bisa membuat performa menurun lebih cepat. Kesalahan ini sering gak disadari karena tampaknya mesin masih berjalan normal pada awalnya.

Selain itu, banyak mitos seputar perawatan mesin diesel yang masih dipercaya turun-temurun. Dari penggunaan bahan bakar hingga jadwal servis, beberapa kebiasaan justru merugikan mesin dalam jangka panjang. Kalau ingin mesin tetap awet dan performanya optimal, penting memahami kesalahan umum ini dan bagaimana menghindarinya, yuk pelajari satu per satu!

1. Mengabaikan kualitas bahan bakar diesel

ilustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Kualitas bahan bakar diesel menjadi faktor utama yang menentukan kesehatan mesin, tetapi sering kali dilewatkan begitu saja. Banyak orang masih memakai bahan bakar sembarangan dengan alasan lebih murah atau mudah diakses. Padahal, diesel dengan kualitas rendah bisa meninggalkan endapan yang merusak injektor dan saluran bahan bakar.

Penggunaan bahan bakar premium atau sesuai standar mesin membantu menjaga sistem pembakaran tetap bersih. Mesin lebih responsif, asap lebih sedikit, dan risiko kerusakan berkurang drastis. Memilih bahan bakar berkualitas sebenarnya investasi kecil yang berdampak besar pada umur mesin.

2. Jarang memeriksa filter bahan bakar

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Anna Shvets)

Filter bahan bakar memiliki peran penting menyaring kotoran sebelum masuk ke ruang bakar, namun sering diabaikan karena terlihat sepele. Filter yang tersumbat akan membuat mesin kerja lebih berat dan konsumsi bahan bakar meningkat. Gejala awalnya mungkin hanya performa terasa lambat, tapi lama-lama bisa memicu kerusakan serius.

Memeriksa dan mengganti filter sesuai interval pabrikan sangat dianjurkan. Perawatan sederhana ini membantu menjaga aliran bahan bakar tetap lancar dan mesin lebih awet. Dengan filter bersih, performa mesin diesel tetap stabil tanpa perlu usaha ekstra.

3. Salah kaprah soal interval oli

ilustrasi ganti oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

Ganti oli secara rutin adalah hal wajib, tetapi interval yang terlalu lama atau terlalu pendek justru bisa merugikan mesin diesel. Oli terlalu lama digunakan akan kehilangan viskositas dan kemampuan melumasi komponen. Sebaliknya, ganti oli terlalu sering bisa membuang sumber daya tanpa dampak signifikan bagi mesin yang sehat.

Menyesuaikan interval oli dengan rekomendasi pabrikan memastikan komponen mesin tetap terlindungi. Oli berkualitas membantu menjaga gesekan minimal dan mengurangi panas berlebih. Dengan jadwal oli yang tepat, performa mesin diesel lebih stabil dan umur pakai meningkat.

4. Mengabaikan perawatan sistem pendingin

ilustrasi mengganti air radiator (vecteezy.com/Whisnu Wardhana Suratman)

Sistem pendingin mesin diesel kerap dianggap remeh padahal punya peran penting menjaga suhu operasi ideal. Radiator yang kotor atau cairan pendingin yang berkurang bisa membuat mesin cepat panas, mempercepat keausan, bahkan menyebabkan kerusakan parah. Kesalahan ini sering terjadi karena pengendara fokus pada bagian mesin yang terlihat langsung bekerja.

Rutin memeriksa dan menjaga kondisi radiator serta level cairan pendingin sangat penting. Sistem pendingin yang optimal menjaga mesin tetap stabil meski bekerja berat atau dalam cuaca panas. Langkah sederhana ini mencegah kerusakan mahal dan menjaga performa diesel tetap maksimal.

5. Mengabaikan suara atau asap mesin sebagai indikasi masalah

ilustrasi asap mobil (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Banyak pengendara menganggap mesin diesel yang bunyinya normal atau asapnya standar berarti aman, padahal indikasi awal kerusakan sering muncul dari sini. Suara mesin yang kasar, getaran berbeda, atau asap berlebihan bisa menjadi tanda komponen bermasalah. Mengabaikannya hanya akan memperburuk kondisi mesin seiring waktu.

Memperhatikan perubahan kecil pada suara dan asap bisa membantu deteksi dini masalah. Dengan cepat menangani gejala awal, perbaikan lebih mudah dan biaya lebih terkendali. Kebiasaan ini menjadi cara efektif menjaga mesin diesel tetap sehat dan responsif.

Merawat mesin diesel memang butuh perhatian ekstra pada detail kecil yang sering terlewat. Mulai dari bahan bakar, filter, oli, hingga indikasi suara atau asap, semua berperan menjaga performa tetap optimal. Dengan memahami dan menghindari kesalahan umum ini, mesin diesel bisa tetap awet, efisien, dan siap bekerja dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian