Jakarta, IDN Times - Rencana pemerintah mengimpor 105 ribu unit kendaraan pikap utuh (CBU) dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu respons dari pelaku otomotif nasional.
Nilai impor yang mendekati Rp25 triliun dianggap bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga keputusan strategis yang berdampak pada masa depan industri dalam negeri.
Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) Pusat, Moreno Soeprapto, menilai kebijakan tersebut berpotensi menutup peluang kerja bagi tenaga lokal. Di sisi lain, dia melihat industri modifikasi dan aftermarket Indonesia justru berada pada fase siap naik kelas menuju manufaktur berbasis rekayasa teknis.
