Kebiasaan mencampur dua jenis bahan bakar minyak yang berbeda kadar oktan sering kali dilakukan dengan harapan bisa mendapatkan performa mesin yang lebih baik secara ekonomis. Banyak pemilik kendaraan yang meyakini bahwa penggabungan ini akan melahirkan jenis bahan bakar baru dengan nilai oktan di angka pertengahan.
Asumsi tersebut sekilas terlihat sangat logis jika hanya dihitung menggunakan rumus matematika sederhana di atas kertas. Namun, dari sudut pandang ilmu kimia dan teknis otomotif, tindakan mengoplos cairan bahan bakar ini justru menyimpan risiko buruk yang dapat merugikan kesehatan mesin kendaraan dalam jangka panjang.
