Sensasi tidak nyaman berupa pening dan mual saat berkendara di jalan yang bergelombang merupakan fenomena fisik yang sering mengganggu perjalanan. Kondisi ini muncul akibat ketidakmampuan tubuh dalam memproses pergerakan vertikal yang terjadi secara berulang dan tidak beraturan selama kendaraan melaju di atas permukaan aspal yang rusak.
Reaksi tubuh tersebut bukan sekadar sugesti, melainkan respons biologis yang kompleks terhadap ketidakseimbangan orientasi ruang. Fenomena yang sering disebut sebagai mabuk perjalanan ini melibatkan kerja sama antara indra penglihatan, saraf otot, dan sistem keseimbangan di telinga bagian dalam yang saling bertentangan satu sama lain.
