Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Fantastis Ban Mobil Bugatti, Tembus Ratusan Juta!

Harga Fantastis Ban Mobil Bugatti, Tembus Ratusan Juta!
Mobil Bugatti (Pexels/Dante Juhasz)
Intinya Sih
  • Harga satu set ban Bugatti Veyron atau Chiron bisa mencapai Rp600 juta hingga Rp650 juta, bahkan totalnya setara harga SUV kelas menengah di Indonesia.
  • Bugatti mewajibkan penggantian ban setiap 18 bulan atau tiap 4.000 km, dan pada penggantian ketiga, seluruh pelek juga harus diganti dengan biaya sekitar Rp1 miliar.
  • Ban Bugatti dibuat dari material khusus hasil kolaborasi dengan Michelin agar tahan panas ekstrem dan tekanan tinggi saat mobil melaju di atas 400 km/jam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memiliki sebuah Bugatti bukan sekadar tentang membeli kendaraan, melainkan tentang memelihara sebuah karya seni teknik yang menuntut biaya operasional luar biasa. Setiap komponen yang menempel pada hypercar ini dirancang untuk menahan beban fisika yang ekstrem, termasuk ban yang menjadi satu-satunya titik kontak antara mesin bertenaga 1.500 tenaga kuda dengan permukaan jalan.

Biaya yang dikeluarkan untuk satu set ban Bugatti sering kali membuat geleng-geleng kepala karena nilainya setara dengan mobil mewah baru bagi masyarakat umum. Keharusan untuk mengganti ban secara berkala, bahkan jika mobil jarang digunakan, menjadi konsekuensi mutlak bagi pemiliknya demi menjaga keselamatan saat dipacu pada kecepatan di atas 400 km/jam.

1. Estimasi biaya penggantian ban per set

Bugatti.com
Bugatti.com

Berdasarkan data dari Bugatti Newsroom dan laporan teknis dari Car and Driver, harga satu set ban untuk Bugatti Veyron atau Chiron bisa mencapai angka yang sangat fantastis. Untuk model Veyron, satu set ban Michelin Pilot Sport PAX yang dirancang khusus dapat dibanderol sekitar USD 38.000 hingga USD 42.000, atau jika dikonversi ke mata uang saat ini, nilainya menembus angka Rp600 juta hingga Rp650 juta. Harga ini belum termasuk biaya servis pemasangan yang hanya bisa dilakukan di fasilitas resmi dengan peralatan khusus.

Analisis dari Motor1 juga menyoroti bahwa pada model Chiron, meski teknologinya sudah lebih maju, biaya penggantian bannya tetap berada di kisaran USD 8.000 per ban, atau sekitar Rp126 juta per biji. Jika diakumulasikan untuk empat roda, total biayanya setara dengan harga satu unit mobil SUV kelas menengah seperti Toyota Fortuner di pasar Indonesia. Angka ini mencerminkan betapa mahalnya material khusus yang digunakan untuk memastikan karet ban tidak hancur akibat gaya sentrifugal pada kecepatan puncak.

2. Standar penggantian berdasarkan durasi dan jarak tempuh

Bugatti.com
Bugatti.com

Bugatti memiliki aturan perawatan yang sangat ketat yang harus diikuti oleh setiap pemiliknya tanpa pengecualian. Laporan dari Autoblog menyebutkan bahwa Bugatti merekomendasikan penggantian ban setiap 18 bulan sekali, terlepas dari seberapa jauh mobil tersebut telah dikendarai. Hal ini dikarenakan senyawa karet khusus pada ban tersebut memiliki masa pakai yang akan menurun kualitasnya seiring berjalannya waktu, sehingga dapat membahayakan stabilitas mobil jika tetap digunakan.

Selain faktor waktu, jarak tempuh juga menjadi penentu utama. Pada model Veyron, ban disarankan untuk diganti setiap 4.000 kilometer. Bahkan yang lebih mengejutkan, setiap kali pemilik melakukan penggantian ban untuk ketiga kalinya, Bugatti mewajibkan penggantian seluruh pelek mobil. Biaya untuk satu set pelek baru ini bisa mencapai USD 69.000 (sekitar Rp1 miliar), sebuah angka yang menegaskan bahwa biaya perawatan hypercar ini memang hanya diperuntukkan bagi kalangan miliarder.

3. Material khusus untuk menghadapi kecepatan ekstrem

Bugatti.com
Bugatti.com

Harga yang selangit ini bukannya tanpa alasan yang masuk akal secara teknis. Menurut ulasan dari Engineering Explained, ban Bugatti harus mampu menahan suhu panas yang sangat tinggi dan tekanan udara yang luar biasa saat mobil dipacu hingga kecepatan maksimalnya. Ban ini memiliki lapisan penguat khusus dan dirancang agar tetap menempel pada pelek meski terjadi kebocoran mendadak (run-flat technology yang dimodifikasi secara ekstrem).

Material karetnya dikembangkan bersama Michelin untuk memastikan traksi maksimal saat akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,5 detik. Tanpa ban khusus ini, tenaga masif dari mesin W16 tidak akan bisa tersalurkan secara efektif ke aspal. Oleh karena itu, bagi para pemilik Bugatti, harga ratusan juta rupiah untuk ban bukan sekadar gaya hidup, melainkan investasi wajib untuk memastikan kendaraan tetap stabil dan aman saat melaju menantang batas kecepatan dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More