Banyak pengendara memilih waktu subuh, sekitar jam 3 atau 4 pagi, sebagai momentum terbaik untuk memulai perjalanan mudik atau touring jarak jauh. Alasan yang paling sering digunakan adalah kondisi jalanan yang masih sangat sepi serta asumsi bahwa tubuh berada dalam kondisi bugar setelah sempat tidur beberapa jam.
Namun, data keselamatan jalan raya global justru menunjukkan realitas yang bertolak belakang dengan asumsi umum tersebut. Statistik lalu lintas memperlihatkan adanya lonjakan kecelakaan tunggal yang sangat tinggi pada jam-jam menjelang fajar, menjadikannya waktu yang jauh lebih mematikan dibandingkan berkendara di tengah malam.
Berikut adalah analisis ilmiah mengenai bahaya biologis yang mengintai para pengemudi subuh serta dampaknya pada performa berkendara.
