ilustrasi mobil (pexels.com/RITESH SINGH)
Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, suhu kabin yang terlalu panas dapat membuat pengemudi lebih cepat lelah dan kehilangan fokus saat berkendara. Kondisi ini tentu tidak ideal terutama untuk perjalanan jauh atau saat menghadapi kemacetan.
Menggunakan AC dengan pengaturan yang wajar sering kali menjadi pilihan yang lebih nyaman dan aman. Selisih konsumsi BBM yang terjadi biasanya tidak sebanding dengan penurunan kenyamanan yang dirasakan.
Mematikan AC memang dapat membantu mengurangi konsumsi BBM, tetapi efeknya umumnya tidak terlalu besar dalam penggunaan sehari-hari. Bahkan dalam beberapa kondisi, terutama pada kecepatan tinggi, membuka jendela justru dapat memberikan efek sebaliknya.
Pada akhirnya, efisiensi bahan bakar lebih banyak dipengaruhi oleh gaya berkendara, kondisi kendaraan, dan perawatan rutin dibanding sekadar menyalakan atau mematikan AC. Jadi, anggapan bahwa mematikan AC pasti membuat mobil jauh lebih irit lebih tepat disebut sebagai setengah fakta daripada fakta sepenuhnya.