Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kesalahan Saat Ganti Oli Mobil, Bikin Mesin Cepat Jebol

3 Kesalahan Saat Ganti Oli Mobil, Bikin Mesin Cepat Jebol
ilustrasi oli mobil (pexels.com/Daniel Andraski)
  • Mengganti oli mobil harus dilakukan dengan benar karena kesalahan kecil bisa mempercepat kerusakan mesin dan menimbulkan biaya perbaikan tinggi.
  • Kesalahan umum meliputi penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi, keterlambatan mengganti oli serta filter, dan pengisian oli dengan takaran keliru.
  • Mematuhi rekomendasi pabrikan soal jenis, jadwal, dan volume oli membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan memperpanjang usia kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengganti oli mesin secara rutin merupakan salah satu bentuk perawatan paling penting untuk menjaga performa mobil. Oli berfungsi melumasi komponen yang saling bergesekan, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil, sekaligus mengurangi keausan selama kendaraan digunakan.

Namun, proses penggantian oli tidak hanya sekadar menguras oli lama lalu mengisinya dengan yang baru. Ada sejumlah kesalahan yang masih sering dilakukan, baik karena kurangnya pengetahuan maupun ingin menghemat biaya. Jika dibiarkan terus-menerus, kesalahan tersebut dapat mempercepat kerusakan mesin hingga berujung pada biaya perbaikan yang sangat mahal.

  1. 1. Menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

    Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih oli hanya berdasarkan harga atau merek tanpa memperhatikan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan. Setiap mesin dirancang menggunakan tingkat kekentalan atau viskositas tertentu agar pelumasan berlangsung optimal pada berbagai kondisi suhu dan putaran mesin.

    Jika oli yang digunakan terlalu encer atau terlalu kental, kemampuan melumasi komponen mesin bisa berkurang. Akibatnya, gesekan antarlogam meningkat dan suhu kerja mesin menjadi lebih tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan pada piston, poros engkol, hingga komponen katup. Karena itu, selalu gunakan oli dengan spesifikasi API, SAE, maupun standar lain yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

  2. 2. Terlambat mengganti oli dan filter oli

    ilustrasi oli mobil
    ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

    Kesalahan berikutnya adalah menunda penggantian oli melebihi interval yang telah ditentukan. Oli yang digunakan terus-menerus akan mengalami penurunan kualitas akibat terpapar panas, tercampur sisa pembakaran, serta mengandung partikel logam hasil gesekan komponen mesin. Ketika kemampuan melumasinya menurun, perlindungan terhadap mesin juga ikut berkurang.

    Selain oli, filter oli juga sering luput dari perhatian. Padahal, filter berfungsi menyaring kotoran agar tidak bersirkulasi kembali ke dalam mesin. Jika filter sudah terlalu kotor tetapi tetap digunakan, aliran oli menjadi kurang lancar sehingga pelumasan tidak maksimal. Kombinasi oli yang sudah rusak dan filter yang tersumbat dapat meningkatkan risiko keausan mesin secara signifikan.

  3. 3. Mengisi oli terlalu banyak atau terlalu sedikit

    ilustrasi mengecek oli mobil
    ilustrasi mengecek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

    Takaran oli yang tidak sesuai juga menjadi kesalahan yang sering terjadi. Sebagian orang menganggap semakin banyak oli yang diisi maka perlindungan mesin akan semakin baik. Faktanya, oli yang berlebihan justru dapat berbusa akibat putaran poros engkol. Busa tersebut mengurangi efektivitas pelumasan sehingga komponen mesin tidak memperoleh lapisan oli yang stabil.

    Sebaliknya, oli yang jumlahnya terlalu sedikit membuat beberapa bagian mesin tidak mendapatkan pelumasan yang memadai. Gesekan antar komponen meningkat, suhu mesin lebih cepat naik, dan risiko kerusakan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, volume oli sebaiknya selalu disesuaikan dengan kapasitas yang telah ditentukan pabrikan serta diperiksa menggunakan dipstick setelah proses pengisian selesai.

    Mengganti oli memang terlihat sebagai pekerjaan sederhana, tetapi pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar. Pemilihan spesifikasi oli yang tepat, penggantian sesuai jadwal, pergantian filter oli, serta pengisian dalam jumlah yang sesuai merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mesin dalam jangka panjang.

    Menghindari berbagai kesalahan tersebut dapat membantu mempertahankan performa mesin sekaligus memperpanjang usia pakainya. Mesin yang mendapatkan pelumasan optimal akan bekerja lebih halus, lebih efisien, dan memiliki risiko kerusakan yang lebih rendah. Dengan perawatan yang konsisten, biaya perbaikan besar akibat mesin jebol pun dapat diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More