Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos vs Fakta: Sering Cuci Mobil Bikin Cat Cepat Kusam

ilustrasi cuci mobil
ilustrasi cuci mobil (pexels.com/Jan Kopřiva)
Intinya sih...
  • Mitos: frekuensi cuci tinggi merusak cat
  • Fakta: metode pencucian krusial untuk mencegah goresan
  • Mitos: sabun apa pun aman untuk cat mobil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik mobil ragu mencuci mobil terlalu sering karena takut cat cepat rusak. Di sisi lain, mobil yang jarang dicuci justru lebih sering terpapar kotoran dan zat korosif. Di sinilah mitos dan fakta sering tercampur tanpa pemahaman teknis yang jelas.

Perawatan cat mobil tidak sesederhana soal sering atau jarang dicuci. Yang lebih menentukan justru metode, alat, dan kebiasaan setelah pencucian.

1. Mitos: frekuensi cuci yang tinggi langsung merusak cat

ilustrasi mobil dicuci
ilustrasi mobil dicuci (pexels.com/Sleepi Alleyne)

Banyak orang percaya semakin sering mobil dicuci, semakin cepat lapisan cat menipis. Anggapan ini muncul karena melihat efek swirl mark atau baret halus setelah pencucian.

Secara teknis, frekuensi bukan penyebab utama kerusakan cat. Kerusakan lebih dipengaruhi oleh gesekan abrasif dari spons, kain, atau teknik pengeringan yang salah.

2. Fakta: metode pencucian jauh lebih krusial

ilustrasi cuci mobil
ilustrasi cuci mobil (pexels.com/Pixabay)

Metode pencucian menentukan seberapa besar risiko cat tergores. Penggunaan two bucket method mampu mengurangi partikel pasir kembali menempel ke spons.

Jika kamu mencuci dengan satu ember kotor dan spons kasar, satu kali cuci pun sudah cukup untuk menciptakan baret mikro. Sebaliknya, pencucian rutin dengan teknik benar justru aman untuk cat.

3. Mitos: sabun apa pun aman untuk cat mobil

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)

Masih banyak yang mencuci mobil memakai sabun cuci piring atau deterjen rumah tangga. Alasannya sederhana, karena busanya banyak dan terasa bersih.

Padahal secara kimia, deterjen rumah tangga bersifat lebih alkalis. Ini bisa mengikis lapisan clear coat dan wax pelindung dalam jangka panjang.

4. Fakta: kotoran yang menempel lebih berbahaya jika dibiarkan

ilustrasi mobil sedan
ilustrasi mobil sedan (pexels.com/DYLBER CAUSHI)

Debu, lumpur, dan sisa hujan asam mengandung partikel abrasif serta senyawa kimia. Jika dibiarkan terlalu lama, zat ini bisa merusak permukaan cat secara perlahan.

Mencuci mobil secara rutin membantu menghilangkan kontaminan sebelum bereaksi dengan lapisan cat. Ini justru memperpanjang usia tampilan eksterior kendaraan kamu.

5. Fakta: perlindungan tambahan menentukan daya tahan cat

ilustrasi tutup pintu mobil
ilustrasi tutup pintu mobil (pexels.com/Alan Quirván)

Cat mobil modern dilindungi oleh lapisan clear coat, namun tetap membutuhkan proteksi tambahan. Wax atau paint sealant berfungsi sebagai lapisan pengorbanan.

Dengan perlindungan ini, gesekan ringan saat mencuci tidak langsung mengenai cat. Mobil yang sering dicuci tapi rutin dilapisi pelindung justru tampil lebih awet dan mengilap.

Sering mencuci mobil bukanlah penyebab utama cat cepat rusak. Yang menentukan adalah cara mencuci, produk yang digunakan, dan perlindungan setelahnya.

Jika dilakukan dengan teknik yang benar, mencuci mobil secara rutin justru menjadi bentuk perawatan paling dasar dan efektif untuk menjaga kualitas cat dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Kita Sering Menahan Nafas Saat Melaju di Tanjakan Curam?

13 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive