Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Produsen Mobil China Diprediksi Bakal Menguasai Sepertiga Pasar Global

BYD Sealion 7 (byd.com)
BYD Sealion 7 (byd.com)
Intinya sih...
  • Integrasi vertikal dan efisiensi rantai pasok
  • Strategi lokalisasi produksi di berbagai belahan dunia
  • Ancaman konsolidasi dan dominasi pengelola platform teknologi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Produsen otomotif asal Tiongkok diprediksi akan menguasai sepertiga pangsa pasar global dalam kurun waktu lima tahun ke depan, menggeser dominasi jenama besar asal Jepang dan Jerman. Pergeseran peta kekuatan ini didorong oleh penguatan skala produksi internasional serta kepemimpinan yang agresif dalam teknologi elektrifikasi dan pengendalian biaya produksi yang sangat efisien.

Langkah strategis Tiongkok tidak lagi sekadar menjadi gangguan pasar, melainkan perubahan permanen dalam industri otomotif dunia. Analis keuangan memperkirakan bahwa ketergantungan merek-merek Tiongkok pada pasar luar negeri akan semakin meningkat, di mana kontribusi penjualan internasional diproyeksikan mencapai lima puluh persen dari total keuntungan mereka di masa depan.

1. Keunggulan integrasi vertikal dan efisiensi rantai pasok

ilustrasi BYD M6 (byd.com)
ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Keberhasilan merek-merek seperti BYD, Great Wall, hingga Chery dalam menginvasi pasar global berakar pada taruhan jangka panjang mereka terhadap kendaraan listrik. Melalui integrasi vertikal yang mendalam, produsen Tiongkok mampu mengontrol setiap tahap produksi mulai dari baterai hingga komponen elektronik terkecil. Hal ini tidak hanya menciptakan keunggulan biaya yang kompetitif, tetapi juga memungkinkan respons cepat terhadap perubahan permintaan pasar yang dinamis.

Kecepatan dalam berinovasi menjadi pembeda utama dibandingkan pabrikan tradisional yang cenderung lebih lambat dalam beralih ke platform elektrik. Dominasi ini diprediksi akan menekan pangsa pasar raksasa otomotif seperti Volkswagen dan Toyota secara signifikan. Jika saat ini para pemimpin pasar global tersebut menguasai delapan puluh satu persen segmen utama, angka tersebut diperkirakan akan merosot tajam hingga tersisa lima puluh delapan persen pada tahun 2030 mendatang.

2. Strategi lokalisasi produksi di berbagai belahan dunia

ilustrasi BYD M6 (byd.com)
ilustrasi BYD M6 (byd.com)

Untuk mengatasi hambatan proteksionisme dan tarif impor yang mulai diberlakukan di Eropa dan Amerika, produsen Tiongkok secara agresif mengalihkan strategi ke produksi lokal. Di Asia Tenggara, Thailand telah menjadi pusat perakitan besar bagi SAIC Motor, Great Wall, dan BYD. Langkah serupa juga terlihat di Amerika Selatan dengan pembangunan pabrik skala besar di Brasil, serta ekspansi ke jantung Eropa melalui fasilitas produksi di Hongaria.

Investasi pada fasilitas lokal ini memungkinkan merek Tiongkok untuk memangkas biaya logistik dan menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen setempat. Dengan membangun ekosistem di wilayah tujuan ekspor, mereka berhasil memperkuat posisi tawar dan memastikan keberlangsungan operasional di tengah isu geopolitik global. Fokus pada manufaktur lokal inilah yang menjadi mesin pertumbuhan utama guna mencapai target penguasaan sepertiga pasar otomotif dunia.

3. Ancaman konsolidasi dan dominasi pengelola platform teknologi

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Masa depan industri otomotif diyakini akan mengalami konsolidasi besar-besaran, di mana pasar hanya akan menyisakan sepuluh hingga lima belas pengelola platform utama. Dalam skenario ini, perusahaan Tiongkok berada di posisi terdepan karena mereka tidak hanya berperan sebagai produsen perangkat keras, tetapi juga sebagai perusahaan teknologi yang menguasai perangkat lunak kendaraan masa depan. Kemampuan belajar yang agresif membuat mereka selangkah lebih maju dalam mengelola ekosistem digital otomotif.

Kekuatan Tiongkok bahkan mulai membayangi negara berkembang lain yang sedang tumbuh seperti India. Meskipun produsen domestik India seperti Tata dan Mahindra mulai berekspansi, mereka tetap sangat bergantung pada rantai pasok komponen elektronik dari Tiongkok. Ketergantungan global pada ekosistem suku cadang elektrik Tiongkok memastikan bahwa posisi dominan mereka akan tetap bertahan lama, menjadikannya standar baru dalam industri otomotif global yang semakin terkonsentrasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Benarkah Mobil dengan Ground Clearance Tinggi Lebih Nyaman Dikendarai?

14 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive