Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mudik Lewat Pantura Naik Daihatsu Terios, Memang Sebadak Itu!

Mudik Lewat Pantura Naik Daihatsu Terios, Memang Sebadak Itu!
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)
Intinya Sih

  • Tim IDN Times menempuh 800 km jalur Pantura selama 12 hari untuk menguji ketangguhan Daihatsu Terios dalam kondisi jalan panas, berdebu, dan penuh lubang.
  • Daihatsu Terios tampil dengan desain modern tanpa ban serep belakang, suspensi kuat menghadapi jalan bergelombang, serta kabin kedap suara dengan fitur hiburan canggih.
  • Mesin 1.500 cc Dual VVT-i terbukti irit dan stabil di berbagai medan, menjadikan Terios pilihan rasional untuk mudik berkat kombinasi efisiensi, kenyamanan, dan ketangguhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tim "Jalan Pulang" IDN Times kembali menyusuri jalur mudik. Kali ini tim menyusuri Jalur Pantai Utara (Pantura) dari Jakarta menuju Surabaya pada 13–24 Februari 2026. Total jarak yang kami tempuh sekitar 800 kilometer dengan lama perjalanan mencapai 12 hari.

Jalur Pantura selama ini identik dengan truk, bus, dan lubang-lubang jalan yang tersebar di hampir sepanjang ruas jalan. Selain itu, jalur ini juga sering kali dipenuhi debu dan asap kendaraan. Saat kami melintasi jalur ini, cuacanya lumayan panas dan pengap.

Karena itu, Jalur Pantura ini cocok banget untuk menguji ketangguhan, sekaligus kenyamanan, salah satu mobil yang kami gunakan, yakni Daihatsu Terios. Mobil bergenre Sport Utility Vehicle (SUV) ini masih mengandalkan sistem penggerak roda belakang yang membuatnya berbeda dari mobil-mobil SUV lain di kelasnya.

Seberapa tangguh Daihatsu Terios menerjang Jalur Pantura? Yuk, ikuti artikel ini sampai habis.

1. Evolusi estetika dari gaya konde ke desain sporty modern

IMG_9388.jpg
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)

Perubahan desain pada Daihatsu Terios terbaru menunjukkan pergeseran filosofi desain yang cukup signifikan dibandingkan generasi awalnya. Pada model terdahulu, Terios sangat identik dengan ban serep yang digantung pada pintu bagasi belakang, atau sering disebut dengan istilah "konde". Meski memberikan kesan petualang klasik, desain tersebut sering kali dianggap menambah beban pada engsel pintu belakang dan membuat siluet kendaraan terlihat kurang proporsional untuk standar mobil modern.

Kini, desain Terios terbaru telah meninggalkan kesan tersebut dan beralih ke tampilan yang lebih ramping, dinamis, dan sporty. Ban serep kini disembunyikan di bagian bawah sasis, sehingga pintu bagasi dapat terbuka ke atas dengan lebih ringan dan memberikan tampilan belakang yang bersih. Garis bodi yang lebih tegas, dipadukan dengan grille depan yang modern dan lampu LED yang sipit, memberikan kesan kendaraan yang lebih siap dipacu di jalanan perkotaan maupun luar kota tanpa terlihat ketinggalan zaman.

2. Ketangguhan suspensi menghadapi lubang

IMG_9448.jpg
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)

Jalur Pantura merupakan medan tempur yang sesungguhnya bagi suspensi kendaraan, di mana lubang dalam serta aspal bergelombang akibat beban truk besar tersebar di sepanjang jalan. Di sinilah Daihatsu Terios menunjukkan keunggulannya sebagai SUV sejati. Kaki-kaki Terios dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa karena dibangun di atas sasis yang kokoh, memberikan rasa percaya diri saat harus menghantam lubang-lubang kecil yang tidak sempat kami hindari.

Sistem suspensi MacPherson Strut di bagian depan dan 5-link Rigid Axle di bagian belakang memberikan keseimbangan yang pas antara kekuatan dan kenyamanan. Saat melintasi jembatan-jembatan di wilayah Jawa Tengah yang sering kali memiliki sambungan tidak rata, guncangan dapat diredam dengan baik tanpa menimbulkan efek limbung yang berlebihan.

Karakteristik suspensi yang cenderung kaku pada awalnya, justru memberikan stabilitas yang lebih baik saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi atau saat melakukan manuver menyalip kendaraan besar di jalur yang sempit.

3. Kenyamanan kabin dan fitur hiburan

IMG_8763.jpg
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)

Memasuki ruang kabin, perubahan suasana terasa pada desain dashboard yang kini lebih elegan. Kekedapan kabin juga mengalami peningkatan yang cukup terasa dibandingkan model sebelumnya; suara angin dan gesekan ban dengan aspal beton Pantura dapat diredam dengan optimal sehingga percakapan antarpenumpang tetap terdengar jelas.

Untuk perjalanan panjang, ketersediaan fitur head unit yang sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay menjadi penyelamat dari rasa jenuh, memungkinkan navigasi dan daftar lagu favorit terintegrasi secara mulus ke layar sentuh.

Selain itu, kenyamanan penumpang juga didukung oleh jok yang ergonomis dengan busa yang cukup tebal, menjaga posisi tubuh tetap stabil selama berjam-jam berkendara. Sistem penyejuk udara (AC) double blower milik Daihatsu tidak perlu diragukan lagi kekuatannya, tetap mampu menjaga suhu kabin tetap dingin meskipun cuaca di luar sangat terik.

Kualitas sistem suara juga cukup jernih untuk menemani perjalanan, sementara kapasitas penumpang yang mampu menampung hingga tujuh orang dewasa menjadikan mobil ini pilihan ideal bagi keluarga besar yang ingin pulang ke kampung halaman bersama-sama.

4. Performa mesin dan efisiensi bahan bakar

IMG_9130.jpg
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)

Daihatsu Terios mengandalkan unit mesin 2NR-VE berkapasitas 1.500 cc dengan teknologi Dual VVT-i. Mesin ini dikenal sangat andal dan memiliki karakter penyaluran tenaga yang halus. Saat dipacu di jalan lurus yang panjang menuju Surabaya, mesin ini mampu menjaga putaran yang stabil. Penggunaan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive) memberikan keuntungan tersendiri dalam memberikan traksi maksimal saat mobil harus menanjak atau membawa muatan bagasi yang berat di bagian belakang.

Selain andal, mesin Daihatsu Terios juga cukup irit bahan bakar. Kami mencatat, selama perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya, konsumsi rata-rata bahan bakarnya mencapai 1:12, artinya satu liter bensin untuk menempuh jarak 12 km. Angka ini cukup irit mengingat mode berkendara kami yang banyak stop and go-nya. Maklum saja, Jalur Pantura disesaki truk dan banyak lubangnya, sehingga sangat sulit untuk melaju dengan kecepatan konstan. Selain itu, kami juga sempat terjebak macet di beberapa titik, yang membuat konsumsi bensin jadi lebih boros.

5. Apakah Daihatsu Terios cukup worth it dibawa mudik lewat Pantura?

IMG_8885.jpg
Tim Jalan Pulang menelusuri jalur Pantura dari Jakarta hingga Surabaya (IDN Times/Dwi Agustiar)

Setelah menempuh perjalanan sejauh 800 kilometer melintasi jalur Pantura yang menantang, kami menyimpulkan Daihatsu Terios tetap menjadi salah satu pilihan SUV paling rasional untuk perjalanan mudik. Kekuatan kaki-kakinya dalam melibas medan yang rusak serta efisiensi mesin yang teruji menjadikannya kendaraan yang dapat diandalkan dalam berbagai kondisi. Perubahan desain yang lebih modern dan penambahan fitur konektivitas pada kabin memberikan nilai tambah yang membuat perjalanan jauh terasa lebih singkat dan menyenangkan.

Buat kamu yang mengutamakan ketangguhan teknis dan kemudahan perawatan tanpa mengabaikan gaya hidup modern, Terios mampu memenuhi ekspektasi tersebut dengan sangat baik. Mobil ini terbukti andal untuk diajak bertarung di jalur Pantura, memberikan rasa aman bagi pengemudi dan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga hingga sampai di tujuan dengan selamat. So, Daihatsu Terios bukan sekadar sarana transportasi, melainkan teman perjalanan yang tangguh di semua kondisi jalan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More