Teknologi otomotif berkembang dengan sangat masif dalam satu abad terakhir, memungkinkan manusia untuk berpindah tempat dalam kecepatan yang luar biasa. Di atas jalan tol, melajukan kendaraan pada kecepatan 100 kilometer per jam kini telah menjadi hal yang dianggap biasa dan lumrah demi efisiensi waktu perjalanan.
Namun, di balik kemudahan tersebut, ada sebuah anomali biologis besar yang jarang disadari oleh para pengemudi. Secara anatomis dan neurosains, organ otak serta sistem indra manusia sebenarnya tidak pernah berevolusi untuk memproses informasi ruang dan waktu dalam kecepatan setinggi itu.
Berikut adalah ulasan mengenai keterbatasan evolusioner otak manusia dalam menghadapi kecepatan modern serta dampaknya bagi keselamatan berkendara.
