Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Intinya sih...

  • Starter mulai terasa lebih beratSinyal paling umum dari aki lemah adalah starter yang terasa lambat. Mesin masih bisa hidup, tapi butuh waktu lebih lama dari biasanya.

  • Lampu terlihat lebih redup dari biasanyaPerubahan ini sering dianggap sepele karena masih menyala. Padahal, itu sinyal suplai listrik tidak lagi optimal.

  • Klakson terdengar lemah atau patahKlakson yang biasanya nyaring tiba-tiba terdengar serak atau putus-putus. Ini sering muncul lebih dulu sebelum masalah starter terasa parah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aki jarang mati mendadak tanpa tanda. Masalahnya, banyak pengendara mengabaikan sinyal kecil yang sebenarnya sudah muncul sejak jauh hari. Akibatnya, mobil atau motor tiba-tiba mogok di waktu yang paling gak enak.

Kalau kamu peka, aki sebenarnya “ngomong” lewat perubahan perilaku kendaraan. Sinyalnya halus, tapi konsisten. Ini tanda-tanda yang wajib kamu sadari sebelum terlambat.

1. Starter mulai terasa lebih berat

ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)

Sinyal paling umum dari aki lemah adalah starter yang terasa lambat. Mesin masih bisa hidup, tapi butuh waktu lebih lama dari biasanya. Kadang kamu harus starter dua kali baru mesin menyala.

Ini tanda daya aki sudah menurun. Tegangan masih ada, tapi tidak cukup kuat untuk memberi dorongan instan. Kalau dibiarkan, fase ini biasanya berujung mogok total.

2. Lampu terlihat lebih redup dari biasanya

ilustrasi mobil (pedes.com/Eric Mclean)

Lampu utama dan lampu interior bisa jadi indikator paling jujur. Saat aki sehat, cahaya stabil dan terang. Tapi ketika aki mulai soak, lampu terlihat redup atau berubah intensitas.

Perubahan ini sering dianggap sepele karena masih menyala. Padahal, itu sinyal suplai listrik tidak lagi optimal. Semakin sering terjadi, semakin dekat aki ke titik kritis.

3. Klakson terdengar lemah atau patah

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Elina Sozonova)

Klakson yang biasanya nyaring tiba-tiba terdengar serak atau putus-putus. Ini sering muncul lebih dulu sebelum masalah starter terasa parah. Banyak orang mengira ini cuma masalah klakson.

Padahal, klakson sangat sensitif terhadap penurunan tegangan. Kalau suaranya berubah, besar kemungkinan aki mulai kehilangan daya simpan. Ini peringatan awal yang sering diabaikan.

4. Indikator kelistrikan mulai aneh

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Daniel @ bestjumpstarterreview.com)

Di mobil, indikator aki atau warning lamp bisa menyala sebentar lalu mati. Di motor, panel indikator bisa redup atau reset sendiri. Gejala ini menunjukkan suplai listrik tidak stabil.

Masalahnya bukan selalu di aki saja, tapi aki lemah memperparah kondisi. Kalau kamu biarkan, komponen kelistrikan lain bisa ikut terbebani. Biaya perbaikannya jadi lebih mahal.

5. Aki sering drop setelah kendaraan lama diam

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Kalau kendaraan jarang dipakai dan aki cepat tekor, itu tanda kapasitasnya sudah menurun. Aki sehat seharusnya masih kuat meski kendaraan diam beberapa hari. Tapi aki lemah cepat kehilangan daya simpan.

Ini sering terjadi pada aki yang usianya mendekati batas pakai. Walau masih bisa diisi ulang, kemampuannya menyimpan listrik sudah menurun drastis. Tinggal menunggu waktu sampai benar-benar mati.

Aki hampir selalu memberi peringatan sebelum mogok total. Masalahnya, sinyal-sinyal ini sering dianggap remeh karena kendaraan masih bisa jalan. Padahal, itu momen terbaik untuk bertindak sebelum kondisi darurat terjadi.

Kalau kamu mulai merasakan salah satu tanda di atas, jangan tunggu sampai mogok. Cek aki, ukur tegangannya, atau siapkan penggantian. Lebih baik waspada sekarang daripada dorong kendaraan nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team