Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)
ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)

Peneliti dari Universitas Michigan baru saja menciptakan terobosan besar dalam industri baterai dengan mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi masa pakai baterai hanya dalam 50 siklus pengisian daya. Inovasi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini diklaim mampu memangkas waktu pengujian dan konsumsi energi hingga 95 persen dibandingkan metode konvensional.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan data dunia nyata dan sampel baterai yang dipasok oleh Farasis Energy, produsen baterai litium-ion raksasa asal Tiongkok. Sinergi antara kecerdasan buatan Amerika Serikat dan teknologi manufaktur Tiongkok ini menandai babak baru dalam percepatan pengembangan kendaraan listrik global yang lebih efisien dan tahan lama.

1. Revolusi pengujian baterai berbasis kecerdasan buatan

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Secara tradisional, seperti dikutip dari carnewschina.com, validasi ketahanan baterai membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena harus melalui ribuan siklus pengisian untuk melihat pola degradasinya. Namun, sistem machine learning yang dikembangkan oleh tim pimpinan Asisten Profesor Ziyou Song dan peneliti Jiawei Zhang ini mampu melompati batasan tersebut dengan menggabungkan data eksperimen tahap awal dengan pemodelan berbasis fisika.

Arsitektur AI yang disebut sebagai kerangka kerja "agentic" ini bekerja secara iteratif untuk meningkatkan akurasi prediksi performa jangka panjang. Alih-alih menunggu baterai rusak secara alami, AI dapat memproyeksikan kapan penurunan performa akan terjadi. Hal ini memungkinkan para insinyur untuk mengetahui kualitas sebuah desain baterai baru jauh lebih cepat, sehingga siklus pengembangan produk otomotif dapat dipersingkat secara drastis.

2. Peran vital teknologi sel kantong asal Tiongkok

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

Proyek riset canggih ini mendapatkan validasi melalui sampel baterai jenis pouch (kantong) yang disediakan oleh Farasis Energy. Sebagai produsen yang berbasis di Ganzhou dan terintegrasi kuat dalam rantai pasok otomotif Tiongkok, Farasis menyediakan data krusial yang membantu AI memahami perilaku sel baterai dalam kondisi nyata. Meskipun AI tersebut awalnya dilatih menggunakan data baterai silinder, sistem ini terbukti sukses memprediksi masa pakai sel kantong milik Farasis dengan akurasi tinggi.

Keterlibatan Farasis Energy mempertegas dominasi manufaktur Tiongkok dalam pengembangan teknologi baterai global. Perusahaan ini merupakan pemasok utama bagi produsen otomotif besar seperti Geely, GAC, FAW, hingga merek global seperti Mercedes-Benz. Dukungan Farasis tidak hanya memberikan sampel fisik, tetapi juga standar data industri yang memungkinkan model AI ini bisa diterapkan secara luas pada berbagai format baterai, mulai dari perangkat elektronik konsumen hingga kendaraan listrik kelas berat.

3. Masa depan pengembangan material dan keamanan baterai

ilustrasi mengisi daya baterai mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)

Keberhasilan memprediksi masa pakai hanyalah langkah awal dari potensi besar teknologi AI ini. Para peneliti kini mulai mengeksplorasi penggunaan kerangka kerja tersebut untuk mengestimasi batas keamanan, mengoptimalkan strategi pengisian daya cepat, hingga mengidentifikasi material baru untuk baterai litium-ion generasi berikutnya. Integrasi AI diharapkan dapat meminimalisir risiko kegagalan teknis yang sering menghantui pengembangan baterai berkapasitas tinggi.

Di sisi lain, Farasis Energy juga terus memacu inovasi dengan mengembangkan sel baterai semi-padat (semi-solid) dan padat (solid-state). Dengan bantuan sistem AI yang mampu melakukan pengujian kilat, penemuan material baterai masa depan yang lebih aman dan bertenaga besar diprediksi akan muncul lebih cepat di pasar. Kolaborasi lintas negara ini membuktikan bahwa perpaduan antara kecerdasan perangkat lunak dan keunggulan manufaktur skala besar adalah kunci utama dalam memimpin transisi energi hijau di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team