Peneliti dari Universitas Michigan baru saja menciptakan terobosan besar dalam industri baterai dengan mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi masa pakai baterai hanya dalam 50 siklus pengisian daya. Inovasi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini diklaim mampu memangkas waktu pengujian dan konsumsi energi hingga 95 persen dibandingkan metode konvensional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan data dunia nyata dan sampel baterai yang dipasok oleh Farasis Energy, produsen baterai litium-ion raksasa asal Tiongkok. Sinergi antara kecerdasan buatan Amerika Serikat dan teknologi manufaktur Tiongkok ini menandai babak baru dalam percepatan pengembangan kendaraan listrik global yang lebih efisien dan tahan lama.
