Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Oli Mesin Cepat Berkurang, Gak Selalu karena Usia Mobil
ilustrasi mengganti oli mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)
  • Oli mesin cepat berkurang tidak selalu disebabkan usia mobil, tetapi bisa karena kebocoran pada seal atau gasket yang membuat oli merembes tanpa terlihat jelas.
  • Keausan ring piston dan penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan dapat menyebabkan oli ikut terbakar di ruang bakar serta menurunkan performa mesin.
  • Kebiasaan memacu mesin pada putaran tinggi dan gangguan sistem ventilasi PCV turut mempercepat penguapan atau keluarnya oli, sehingga perlu pemeriksaan rutin agar mesin tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Oli mesin memiliki peran penting sebagai pelumas yang menjaga setiap komponen mesin tetap bekerja dengan mulus. Saat volumenya cepat berkurang, performa mesin dapat menurun dan risiko kerusakan pun semakin besar jika kondisi tersebut terus dibiarkan. Menariknya, penyebab oli mesin berkurang ternyata gak selalu berkaitan dengan usia mobil yang sudah tua.

Masih banyak pemilik mobil yang menganggap konsumsi oli berlebihan merupakan hal wajar selama kendaraan sudah berumur. Padahal, mobil dengan usia relatif muda juga dapat mengalami kondisi serupa apabila terdapat masalah pada komponen tertentu atau pola penggunaan yang kurang tepat. Karena itu, memahami berbagai penyebab oli mesin cepat berkurang menjadi langkah penting agar kondisi mesin tetap prima, yuk simak sampai selesai.

1. Kebocoran pada seal atau gasket mesin

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Jose Ricardo Barraza Morachis)

Kebocoran menjadi salah satu penyebab paling umum yang membuat volume oli mesin terus berkurang. Seal dan gasket berfungsi menjaga oli tetap berada di jalurnya sehingga pelumasan berlangsung secara optimal. Ketika komponen tersebut mulai aus, retak, atau mengalami kerusakan, oli dapat merembes keluar meski jumlahnya terlihat sedikit setiap hari.

Masalah ini sering kali luput dari perhatian karena tetesan oli belum tentu langsung terlihat di bawah mobil. Pada beberapa kasus, oli hanya merembes saat mesin mencapai suhu kerja sehingga gejalanya semakin sulit dikenali. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, volume oli akan semakin berkurang dan perlindungan terhadap mesin pun ikut menurun.

2. Ring piston mulai mengalami keausan

ilustrasi asap knalpot mobil (pexels.com/Vlad)

Ring piston memiliki tugas menjaga kompresi sekaligus mencegah oli masuk ke ruang bakar. Saat komponen ini mulai aus, sebagian oli dapat ikut terbakar bersama campuran bahan bakar dan udara selama proses pembakaran berlangsung. Akibatnya, oli mesin berkurang secara perlahan tanpa adanya tanda kebocoran di bagian luar mesin.

Gejala lain yang sering muncul adalah asap knalpot berwarna kebiruan, terutama ketika akselerasi dilakukan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa oli ikut masuk ke ruang bakar dalam jumlah tertentu. Apabila dibiarkan terlalu lama, konsumsi oli akan semakin tinggi dan performa mesin dapat terus mengalami penurunan.

3. Penggunaan oli yang kurang sesuai spesifikasi

ilustrasi oli mesin (pexels.com/Daniel Andraski)

Setiap mesin dirancang untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan atau viscosity tertentu sesuai rekomendasi pabrikan. Oli yang terlalu encer berpotensi lebih mudah melewati celah antarkomponen sehingga konsumsi oli menjadi lebih tinggi. Sebaliknya, oli yang terlalu kental juga dapat mengganggu proses pelumasan pada kondisi tertentu.

Kesalahan memilih spesifikasi oli sering terjadi karena hanya berfokus pada harga atau merek tanpa memperhatikan kebutuhan mesin. Padahal, karakteristik setiap mesin berbeda sehingga kebutuhan pelumasnya pun gak selalu sama. Menggunakan oli sesuai spesifikasi dapat membantu menjaga volume oli tetap stabil sekaligus memperpanjang usia komponen mesin.

4. Mesin sering bekerja pada putaran tinggi

ilustrasi mobil di jalan basah (pexels.com/Emeric Laperriere)

Kebiasaan mengemudi dengan putaran mesin tinggi dalam waktu lama dapat mempercepat konsumsi oli. Saat mesin bekerja lebih keras, suhu operasional meningkat sehingga sebagian oli lebih mudah menguap atau ikut terbakar di ruang bakar. Kondisi ini cukup sering terjadi pada mobil yang rutin digunakan untuk perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, tekanan kerja mesin yang terus meningkat juga mempercepat keausan beberapa komponen internal apabila perawatannya kurang optimal. Akibatnya, konsumsi oli dapat bertambah meski kondisi mesin masih tergolong baik. Pola berkendara yang lebih seimbang dapat membantu menjaga kinerja mesin sekaligus mengurangi konsumsi oli berlebih.

5. Sistem ventilasi mesin mengalami gangguan

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Sistem ventilasi mesin atau positive crankcase ventilation (PCV) berfungsi mengatur sirkulasi gas di dalam ruang mesin agar tekanan tetap stabil. Ketika katup PCV mengalami penyumbatan atau kerusakan, tekanan di dalam mesin dapat meningkat dan mendorong oli keluar melalui jalur yang gak semestinya. Dampaknya, volume oli berkurang lebih cepat dibanding kondisi normal.

Gangguan pada sistem ini sering kali sulit dikenali tanpa pemeriksaan menyeluruh karena gejalanya mirip dengan kerusakan komponen lain. Padahal, katup PCV termasuk komponen yang relatif sederhana tetapi memiliki peran penting terhadap kesehatan mesin. Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum konsumsi oli semakin tinggi.

Oli mesin yang cepat berkurang gak selalu menandakan usia mobil sudah tua atau mesin mendekati kerusakan besar. Banyak faktor lain yang dapat menjadi penyebab, mulai dari kebocoran, keausan komponen, hingga penggunaan oli yang kurang sesuai spesifikasi. Dengan memahami penyebabnya sejak awal, kondisi mesin dapat tetap terjaga dan risiko kerusakan yang lebih serius pun dapat diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article