Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Perawatan Mesin Mobil yang Perlu Dilakukan setelah Mudik
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Periksa komponen utama, seperti oli, filter udara, dan busi agar mesin tetap optimal.

  • Pastikan sistem pendingin dan air radiator dalam kondisi baik untuk mencegah overheat.

  • Cek kemungkinan kebocoran dan lakukan perawatan agar kerusakan tidak semakin parah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mudik dengan mobil sering kali membuat kendaraan bekerja jauh lebih keras dari biasanya. Perjalanan panjang, kemacetan berjam-jam, beban penumpang yang penuh, hingga kondisi jalan yang tidak selalu mulus bisa membuat mesin mengalami kelelahan tanpa kita sadari. Karena itu, setelah pulang dari mudik, sebaiknya jangan langsung menggunakan mobil seperti biasa tanpa melakukan pengecekan terlebih dulu. Perawatan mesin setelah mudik penting dilakukan agar performa kendaraan tetap optimal dan risiko kerusakan bisa diminimalkan. 

Banyak orang baru menyadari masalah pada mobil justru beberapa hari setelah perjalanan jauh. Padahal, dengan pemeriksaan sederhana, sebagian besar masalah sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Berikut beberapa perawatan mesin mobil yang sebaiknya dilakukan setelah mudik.

1. Cek dan ganti oli mesin jika diperlukan

ilustrasi servis mobil (unsplash.com/Kenny Eliason)

Oli mesin berfungsi sebagai pelumas sekaligus pelindung komponen di dalam mesin. Selama perjalanan mudik yang panjang, oli bekerja ekstra karena mesin sering menyala dalam waktu lama, bahkan saat terjebak macet. Jika jarak tempuh selama mudik cukup jauh, sebaiknya periksa kondisi oli. Bila warnanya sudah sangat gelap atau terasa lebih encer dari biasanya, tidak ada salahnya langsung menggantinya. Mengganti oli setelah perjalanan jauh bisa membantu mesin kembali bekerja lebih halus dan mencegah keausan komponen.

2. Periksa filter udara

ilustrasi mobil (pexels.com/Sight See-RR)

Filter udara sering menjadi komponen yang terlupakan, padahal perannya cukup penting. Saat perjalanan mudik, mobil bisa melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan berdebu sampai kawasan dengan polusi tinggi. Filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara ke ruang pembakaran. Akibatnya, mesin bisa terasa lebih berat dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Membersihkan atau mengganti filter udara setelah mudik bisa membantu mesin kembali bekerja lebih efisien.

3. Cek kondisi air radiator

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Mesin yang bekerja terus-menerus dalam perjalanan panjang biasanya menghasilkan panas yang cukup tinggi. Sistem pendingin, termasuk radiator, harus bekerja ekstra untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Setelah mudik, sebaiknya cek level air radiator dan pastikan tidak berkurang secara drastis. Jika volumenya menurun, tambahkan cairan radiator yang sesuai. Jangan lupa juga memastikan tidak ada kebocoran pada selang radiator atau tutupnya.

4. Periksa kondisi busi

ilustrasi mobil (pexels.com/Ahmed Abouelhassan)

Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran di dalam mesin. Setelah perjalanan jauh, busi bisa saja mengalami penumpukan karbon atau kotoran yang membuat percikan api menjadi kurang optimal. Jika mobil terasa sedikit lebih sulit dinyalakan atau tenaga mesin terasa menurun, busi mungkin perlu dibersihkan atau bahkan diganti. Komponen kecil ini memang sering dianggap sepele, tapi dampaknya pada performa mesin cukup besar.

5. Cek kebocoran pada mesin

ilustrasi mobil (pexels.com/Grish Petrosyan)

Perjalanan jauh kadang memicu munculnya kebocoran kecil yang sebelumnya tidak terlihat, misalnya kebocoran oli, cairan radiator, atau bahkan bahan bakar. Luangkan waktu untuk melihat bagian bawah mesin dan area sekitar komponen penting. Jika terlihat noda cairan atau tetesan, sebaiknya segera diperiksa lebih lanjut. Kebocoran kecil yang dibiarkan bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

6. Periksa sistem pendingin mesin

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Selain radiator, sistem pendingin juga melibatkan kipas, termostat, dan berbagai selang yang membantu menjaga suhu mesin tetap stabil. Setelah perjalanan jauh, ada kemungkinan beberapa komponen mengalami penurunan kinerja. Jika mesin terasa lebih cepat panas dari biasanya, jangan diabaikan. Memeriksa sistem pendingin lebih awal bisa mencegah risiko overheat yang berpotensi merusak mesin.

Jadi, sebelum kembali menggunakan kendaraan untuk aktivitas harian, ada baiknya luangkan sedikit waktu untuk memastikan kondisi mesin benar-benar siap digunakan lagi. Mesin yang terawat bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman, melainkan juga membantu menghindari biaya perbaikan yang tidak perlu pada masa mendatang. Semangat kembali beraktivitas setelah mudik!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎