Perjalanan Jauh Lebih Aman, Ini Hal yang Sering Terlupa Dicek!

- Kondisi ban perlu diperiksa lebih dari ketebalan alur
- Rem dan cairan kendaraan juga penting untuk dicek sebelum perjalanan jauh
- Pengecekan aki, lampu, dan wiper juga krusial untuk keamanan selama perjalanan
Perjalanan jauh menggunakan mobil sering kali diidentikkan dengan momen menyenangkan, seperti mudik, liburan, atau perjalanan dinas. Fokus utama biasanya tertuju pada rute, estimasi waktu tempuh, dan kondisi lalu lintas. Sayangnya, banyak pengemudi lupa bahwa kesiapan kendaraan memegang peran yang sama pentingnya.
Masalahnya, gangguan saat perjalanan jauh jarang datang dari kerusakan besar yang tiba-tiba. Justru hal-hal kecil yang dianggap sepele sering menjadi sumber masalah. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, ada beberapa aspek kendaraan yang sering luput dari pengecekan, padahal dampaknya bisa sangat krusial.
1. Kondisi ban tidak hanya soal ketebalan

Sebagian besar pengemudi menilai kondisi ban hanya dari sisa ketebalan alurnya. Selama masih terlihat tebal, ban dianggap aman untuk perjalanan jauh. Padahal, ketebalan hanyalah salah satu indikator dari kelayakan ban.
Tekanan angin yang tidak sesuai, dinding ban yang mulai retak, atau usia ban yang sudah terlalu lama dapat meningkatkan risiko pecah ban, terutama saat melaju di kecepatan tinggi. Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga memastikan kondisinya optimal menjadi langkah penting sebelum menempuh perjalanan panjang.
2. Rem terasa normal, tapi belum tentu optimal

Rem yang masih pakem sering membuat pengemudi merasa tidak perlu melakukan pengecekan lebih lanjut. Selama pedal rem terasa normal dan mobil bisa berhenti, sistem pengereman dianggap aman.
Namun, perjalanan jauh, terutama melewati jalur pegunungan atau jalan menurun, membuat rem bekerja lebih berat dan terus-menerus. Kampas rem yang sudah menipis atau minyak rem yang kualitasnya menurun bisa menyebabkan performa rem berkurang. Pengecekan rem sebelum perjalanan jauh membantu menjaga kontrol kendaraan dan meningkatkan faktor keselamatan.
3. Cairan kendaraan sering luput dari perhatian

Banyak pemilik mobil hanya fokus pada oli mesin, sementara cairan lain jarang diperiksa. Padahal, coolant, minyak rem, dan air wiper memiliki peran penting dalam mendukung performa kendaraan selama perjalanan panjang.
Coolant menjaga suhu mesin tetap stabil, terutama saat mobil digunakan dalam waktu lama. Minyak rem memastikan sistem pengereman bekerja responsif, sementara air wiper membantu visibilitas saat hujan atau kondisi berdebu. Kekurangan salah satu cairan ini bisa mengganggu kenyamanan, bahkan membahayakan perjalanan.
4. Aki jarang dicek sebelum berangkat

Aki sering kali baru menjadi perhatian ketika mobil sulit distarter. Selama mobil masih bisa dinyalakan, kondisi aki dianggap aman. Padahal, aki yang sudah melemah bisa bermasalah kapan saja, terutama saat perjalanan jauh.
Dalam perjalanan panjang, aki bekerja ekstra untuk menyuplai listrik ke berbagai sistem, mulai dari lampu, AC, hingga sistem hiburan. Aki yang kondisinya tidak prima berisiko menyebabkan mobil mogok di tempat yang sulit dijangkau bengkel. Pengecekan sederhana sebelum berangkat bisa mencegah situasi tidak menyenangkan di tengah perjalanan.
5. Lampu dan wiper dianggap sepele

Lampu dan wiper sering dianggap komponen pelengkap, bukan prioritas utama. Banyak pengemudi baru menyadari masalahnya saat berkendara di malam hari atau ketika hujan turun tiba-tiba.
Padahal, perjalanan jauh sangat mungkin melibatkan berbagai kondisi cuaca dan waktu tempuh yang panjang. Lampu yang tidak optimal mengurangi visibilitas, sementara wiper yang aus membuat pandangan terhalang saat hujan. Memastikan keduanya berfungsi dengan baik membantu pengemudi tetap fokus dan aman di segala situasi.
Perjalanan jauh yang aman bukan hanya soal kesiapan fisik pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan yang prima. Pengecekan sederhana sebelum berangkat sering kali menjadi pembeda antara perjalanan yang lancar dan perjalanan yang penuh kendala.
Dengan memberi perhatian pada detail kecil yang sering terlupakan, risiko masalah di jalan dapat diminimalkan. Hasilnya, perjalanan terasa lebih tenang, nyaman, dan tentunya lebih aman hingga sampai tujuan.


















