Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Produsen Mobil China Buka Opsi Skema Leasing Lintas Negara

Produsen Mobil China Buka Opsi Skema Leasing Lintas Negara
BYD Seal (byd.com)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Produsen mobil China mulai beralih ke skema leasing lintas negara untuk menghadapi hambatan tarif dan aturan lokal, menggantikan model ekspor tradisional berbasis penjualan langsung.
  • Model bisnis baru ini menekankan konsep 'aset ringan, operasi berat', dengan fokus pada pelanggan B2B seperti operator transportasi daring guna mengurangi risiko kredit dan operasional.
  • Skema leasing memberikan keuntungan finansial jangka panjang berupa pengembalian pajak, peningkatan penetrasi pasar, serta pendapatan berkelanjutan dari kontrak layanan dan asuransi kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ketika produsen mobil China menghadapi hambatan perdagangan yang semakin besar di pasar internasional, model tradisional berupa penjualan satu kali mulai ditinggalkan. Industri otomotif Negeri Tirai Bambu kini mulai beralih ke strategi baru yang dinilai jauh lebih adaptif untuk menembus pasar global.

Skema leasing lintas negara (cross-border leasing) kini semakin diminati sebagai jalur ekspansi global yang lebih praktis dan berkelanjutan. Pendekatan inovatif ini secara bertahap mengubah fokus ekspor kendaraan yang semula berupa penjualan produk menjadi perdagangan jasa jangka panjang.

1. Perubahan logika ekspor di tengah lonjakan tarif internasional

Screen Shot 2026-05-19 at 12.24.35 PM.png
BYD M6 DM (byd.com)

Berdasarkan data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA), China berhasil mengekspor 769.000 kendaraan pada April, yang menunjukkan kenaikan sebesar 80,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, selama empat bulan pertama tahun 2026, total akumulasi ekspor telah mencapai 3,127 juta unit, dengan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) menyumbang hampir setengah dari jumlah total tersebut. Namun, di tengah lonjakan ini, hambatan perdagangan seperti tarif impor yang tinggi dan aturan kandungan lokal yang ketat membuat model tradisional "bayar saat barang dikirim" (cash-on-delivery) menjadi kurang efektif.

Melalui laporan dari carnewschina.com, skema leasing lintas negara hadir menawarkan pendekatan yang berbeda dari perdagangan konvensional. Dalam skema ini, kepemilikan kendaraan tetap berada di dalam wilayah China, sementara pengguna di luar negeri membayar hak guna pakai melalui sistem cicilan berkala. Skema yang sering disusun dalam bentuk financial leasing ini memungkinkan para produsen otomotif untuk mempertahankan kendali penuh atas aset mereka di luar negeri sembari terus memperluas jaringan pasar secara global.

2. Konsep aset ringan dengan fokus operasi yang berat

Screen Shot 2025-09-19 at 2.03.24 PM.png
Chery Fulwin X3L (chery.cn)

Model bisnis baru ini sering kali digambarkan oleh para ahli industri sebagai strategi “aset ringan, operasi berat”. Sisi aset dianggap “ringan” karena perusahaan otomotif China tidak perlu menggelontorkan investasi modal yang masif untuk mendirikan pabrik fisik atau membeli lahan di negara tujuan luar negeri. Namun, operasionalnya dinilai “berat” karena menuntut kapabilitas lokal yang sangat kuat dalam hal pengelolaan aset, penilaian risiko kredit konsumen, hingga kesiapan proses penarikan kembali unit kendaraan jika terjadi masalah.

Guna meminimalkan risiko operasional tersebut, sebagian besar perusahaan saat ini memilih untuk berfokus pada segmen pelanggan business-to-business (B2B). Target utamanya adalah para operator armada transportasi daring (ride-hailing) yang profil kreditnya dinilai jauh lebih transparan dan lebih mudah dikelola dibandingkan dengan konsumen individu atau perorangan.

3. Keuntungan finansial jangka panjang bagi produsen otomotif

GJAW 2025
Chery X atau T1TP diperkenalkan di GJAW 2025. (IDN Times/Fadhliansyah)

Penerapan sistem sewa guna usaha ini terbukti memberikan sejumlah keuntungan finansial yang sangat signifikan bagi pihak eksportir. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang didapatkan melalui skema ini:

  • Pengembalian pajak: Eksportir dapat memperoleh manfaat finansial berupa pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN/VAT) di dalam negeri, sehingga arus kas perusahaan menjadi lebih baik.
  • Penetrasi pasar: Dengan mengubah biaya pembelian awal yang tinggi menjadi pembayaran berkala yang lebih terjangkau, produsen mobil dapat membuka keran permintaan baru di pasar yang sistem pembiayaan otomotifnya belum berkembang dengan matang.
  • Pendapatan berkelanjutan: Perusahaan mampu memperoleh pendapatan jangka panjang dengan mengikat pelanggan melalui kontrak layanan jangka panjang, termasuk untuk urusan perawatan rutin kendaraan dan premi asuransi.

Saat ini, implementasi nyata sudah mulai berjalan di beberapa negara berkembang. Perusahaan leasing Huasheng telah memulai operasinya di Uzbekistan serta Afrika Selatan, dan baru saja mengumumkan Pakistan sebagai pusat operasional besar berikutnya. Seorang sumber internal mengungkapkan kepada National Business Daily bahwa lebih dari 30 produsen dan merek otomotif China, termasuk Dongfeng, Chery, GAC, dan BAIC, telah menyatakan minat kuat terhadap model kolaboratif ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More