Keputusan mengejutkan datang dari pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, yang secara resmi menghentikan penjualan SUV listrik subkompak mereka, EX30, di Amerika Serikat. Padahal, mobil listrik ini baru mencicipi persaingan pasar selama dua tahun model sebelum akhirnya dinyatakan tidak berkelanjutan secara bisnis di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil di tengah gejolak industri otomotif global yang dipengaruhi oleh kebijakan tarif impor yang tinggi serta perubahan arah politik di Amerika Serikat. Meskipun Volvo tetap akan menjual EX30 di pasar global lainnya, model ini menjadi salah satu korban dari ketatnya persaingan dan biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan margin keuntungan.
