Kemacetan lalu lintas sering kali menjadi ujian terberat bagi stabilitas emosi dan kesehatan mental pengemudi harian. Suasana jalan raya yang tidak terprediksi, klakson yang bersahut-sahutan, serta keterlambatan jadwal bisa dengan mudah memicu lonjakan hormon stres yang membuat tubuh terasa kaku dan pikiran menjadi kalut.
Mengelola stres saat menyetir bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kunci utama keselamatan berkendara agar tetap mampu mengambil keputusan logis. Melalui latihan pernapasan sederhana dan pengaturan pola pikir, ruang kabin yang sempit bisa diubah menjadi tempat meditasi yang menenangkan di tengah hiruk pikuk kota.
