Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Ancaman Angin Samping di Jalan Tol, Bisa Bikin Celaka

ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)
ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)
Intinya sih...
  • Fenomena crosswind dan efek aerodinamika pada kendaraan
  • Bahaya turbulensi saat mendahului kendaraan besar
  • Risiko angin kencang di area jembatan dan jalan layang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lintasan jalan tol yang terbuka dan luas sering kali menyimpan bahaya yang tidak terlihat oleh mata telanjang, yakni hempasan angin kencang. Meskipun cuaca terlihat cerah dan permukaan aspal kering, tekanan udara yang besar dapat mengubah arah kendaraan secara tiba-tiba tanpa peringatan sebelumnya.

Banyak pengemudi hanya berfokus pada kondisi ban atau mesin, namun sering kali meremehkan kekuatan alam yang mampu menggoyahkan stabilitas mobil. Memahami karakteristik angin dan dampaknya terhadap aerodinamika kendaraan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan saat melaju di kecepatan tinggi.

1. Fenomena crosswind dan efek aerodinamika pada kendaraan

ilustrasi Jalan Tol (Pixabay.com/alexanderjungmann)
ilustrasi Jalan Tol (Pixabay.com/alexanderjungmann)

Angin samping atau crosswind merupakan salah satu musuh paling berbahaya bagi stabilitas berkendara di jalan tol. Fenomena ini biasanya terjadi di area terbuka seperti jembatan panjang, jalan layang, atau area persawahan yang tidak memiliki penghalang pohon. Saat angin bertiup kencang dari sisi samping, kendaraan akan mengalami gaya dorong lateral yang dapat membuat posisi mobil bergeser dari jalur aslinya.

Dampak crosswind sangat dipengaruhi oleh bentuk dan dimensi kendaraan. Mobil dengan profil tinggi seperti bus, truk, atau Sport Utility Vehicle (SUV) memiliki area permukaan samping yang luas, sehingga menangkap lebih banyak tekanan angin layaknya sebuah layar kapal. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin kecil gaya tekan bawah (downforce) yang bekerja, sehingga mobil akan terasa melayang atau tidak stabil saat dihantam angin dari samping.

2. Bahaya turbulensi saat mendahului kendaraan besar

ilustrasi truk di lajur kiri (pexels.com/mikebird)
ilustrasi truk di lajur kiri (pexels.com/mikebird)

Selain angin alam, terdapat pula ancaman berupa angin buatan atau turbulensi yang dihasilkan oleh kendaraan besar. Saat sebuah mobil kecil mendahului bus atau truk kontainer pada kecepatan tinggi, akan terjadi perubahan tekanan udara yang drastis. Ruang di antara kedua kendaraan tersebut menciptakan efek isap atau dorongan udara yang sangat kuat, sering disebut sebagai efek busur (bow wave).

Ketika mulai mendekati bagian belakang truk, mobil mungkin akan merasa terdorong menjauh. Namun, saat berada tepat di sampingnya, tekanan udara bisa tiba-tiba hilang atau justru menarik mobil ke arah kendaraan besar tersebut. Ketidaksiapan pengemudi dalam mengantisipasi guncangan kemudi ini sering kali menyebabkan gerakan koreksi yang berlebihan (oversteering), yang pada akhirnya memicu hilangnya kendali atau kecelakaan fatal.

3. Risiko angin kencang di area jembatan dan jalan layang

ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/cindhyade)
ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/cindhyade)

Jembatan tinggi dan jalan tol layang adalah titik paling rawan terhadap hempasan angin karena tidak adanya objek yang memecah aliran udara. Di lokasi ini, angin dapat berhembus lebih konsisten dan jauh lebih kuat dibandingkan di jalanan yang sejajar dengan permukaan tanah. Perbedaan tekanan udara antara area yang terlindung oleh dinding pembatas dan area terbuka dapat menyebabkan guncangan mendadak yang mengagetkan.

Pengemudi sering kali tidak menyadari bahwa jembatan sering kali memiliki rambu khusus berupa kantong angin (windsock) untuk menunjukkan arah dan kekuatan angin. Mengabaikan indikator ini sangat berisiko, terutama saat membawa beban di atap kendaraan yang mengubah titik berat mobil. Jika tidak memegang kemudi dengan kuat menggunakan kedua tangan, hembusan angin yang datang tiba-tiba dapat memaksa kendaraan berpindah lajur secara ilegal dan membahayakan pengguna jalan lain di sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

[QUIZ] Tebak-tebakan Tools Mobil Buat Kondisi Darurat, Tahu Semua?

09 Jan 2026, 14:15 WIBAutomotive