Jalur Pantai Utara atau Pantura tetap menjadi urat nadi utama bagi pergerakan logistik dan pemudik di Pulau Jawa, meskipun kehadiran jalan tol Trans Jawa telah menawarkan alternatif yang lebih cepat. Karakteristik jalur ini yang melewati pemukiman padat, kawasan industri, hingga wilayah pesisir menciptakan dinamika lalu lintas yang kompleks dengan berbagai risiko keselamatan yang mengintai para pengendara.
Memahami titik-titik rawan di sepanjang rute Jakarta menuju Surabaya sangat krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan maupun hambatan perjalanan. Kerawanan di jalur ini tidak hanya disebabkan oleh kondisi infrastruktur seperti lubang jalan, tetapi juga faktor eksternal seperti pasar tumpah dan titik pertemuan arus kendaraan besar yang sering kali memicu kemacetan parah serta potensi benturan fisik.
