Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Volkswagen Bidik Raih Pasar Asia Tengah Lewat Pabrik China
potret logo VOLKSWAGEN. (unsplash.com/Cesar Salazar)
  • Volkswagen mengubah strateginya dengan mengekspor mobil rakitan China ke Asia Tengah, termasuk Kazakhstan dan Uzbekistan, guna memperluas pasar di luar China.
  • VW bersama FAW dan SAIC akan merakit delapan model mobil secara lokal di Uzbekistan mulai akhir 2026, yang juga akan diekspor ke negara-negara CIS dan Kaukasus.
  • Langkah ini memanfaatkan kapasitas pabrik China yang berlebih akibat penurunan penjualan domestik, sekaligus menjadi strategi efisiensi menghadapi tekanan pasar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Volkswagen dari Jerman mau kirim mobil buat dijual ke negara Asia Tengah, kayak Kazakhstan dan Uzbekistan. Mobilnya dibuat di pabrik China bareng teman kerjanya di sana. Bos-bos besar dari Jerman dan Uzbekistan sudah ketemu buat rencana bikin mobil di sana tahun 2026. Sekarang mereka siap jual banyak model baru supaya lebih banyak orang bisa beli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), sedang bersiap melakukan pergeseran strategi besar-besaran secara global. Perusahaan memutuskan untuk meruntuhkan aturan lama yang selama ini dipegang teguh, yaitu hanya memproduksi kendaraan di China untuk pasar domestik China saja. Melalui kerja sama dengan mitranya di China, kendaraan rakitan Negeri Tirai Bambu tersebut kini bersiap mengekspansi pasar Asia Tengah.

Langkah tak biasa ini diambil di tengah rumor restrukturisasi model bisnis global serta tekanan berat yang dihadapi VW di pasar Eropa dan domestik China sendiri. Berdasarkan laporan dari situs otomotif carnewschina.com, mobil-mobil yang diproduksi oleh perusahaan patungan FAW-Volkswagen dan SAIC Volkswagen akan segera dikirim untuk mengaspal di wilayah Kazakhstan dan Uzbekistan dalam waktu dekat.

1. Kolaborasi tingkat tinggi untuk perakitan lokal di Uzbekistan

Volkswagen (unsplash.com/Julian Hochgesang)

Rencana ekspansi ini bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah proyek strategis yang melibatkan para pemimpin negara. Pada Juni 2026, CEO Volkswagen China, Robert Cisek, mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dalam sebuah forum internasional di Tashkent. Pertemuan ini menandai dimulainya babak baru bagi rantai pasok VW di wilayah Asia Tengah.

Melalui kesepakatan tersebut, para pejabat tinggi mengumumkan rencana ambisius untuk merakit delapan model mobil dari FAW-VW dan SAIC VW secara lokal di Uzbekistan pada akhir tahun 2026. Beberapa model unggulan yang masuk dalam daftar rakitan meliputi Tiguan L Pro, Passat Pro, Teramont Pro, serta lini kendaraan Jetta. Mobil-mobil ini nantinya tidak hanya dijual di Uzbekistan, tetapi juga akan diekspor ke negara-negara anggota CIS, Asia Tengah, dan wilayah Kaukasus.

2. Sertifikasi kendaraan baru untuk menggempur pasar Kazakhstan

Volkswagen. (unsplash.com/introspectivedsgn)

Selain fokus di Uzbekistan, FAW-Volkswagen juga dilaporkan telah menyelesaikan proses sertifikasi untuk tiga model mobil mereka di Kazakhstan. Model-model yang telah lolos sertifikasi tersebut meliputi Volkswagen Magotan (yang nantinya akan dipasarkan dengan nama Passat di Kazakhstan), Tayron L, dan Jetta VS7. Langkah ini diproyeksikan akan langsung mendongkrak penjualan VW di negara tersebut secara instan.

Kehadiran tiga model baru asal pabrik China ini akan sangat membantu mendiversifikasi pilihan konsumen di Kazakhstan. Pasalnya, portofolio kendaraan Volkswagen yang ditawarkan di negara tersebut saat ini terbilang sangat minim karena hanya mengandalkan satu model saja, yaitu Volkswagen Touareg yang diimpor langsung dari Slovakia. Masuknya pasokan unit dari China tentu akan menjadi angin segar bagi jaringan penjualan lokal.

3. Memanfaatkan kapasitas pabrik China di tengah krisis penjualan global

Volkswagen. (unsplash.com/chrisosmond)

Keputusan memanfaatkan pabrik di China sebagai basis ekspor global merupakan langkah penyelamatan yang sangat realistis bagi Volkswagen. Saat ini, pangsa pasar kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) di China terus menyusut akibat ledakan popularitas kendaraan energi baru (NEV). Data menunjukkan pengiriman lokal VW di China sempat merosot hingga 28,9% secara tahunan, sehingga menyisakan kapasitas produksi pabrik yang menganggur dan siap dialihkan untuk pasar ekspor.

Langkah taktis ini juga bertepatan dengan masa sulit VW di Eropa, di mana mereka sedang menghadapi lonjakan biaya produksi dan persaingan ketat. Mengandalkan rantai pasok China yang jauh lebih efisien dan murah menjadi senjata utama VW untuk bertahan. Setelah Asia Tengah, wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah diprediksi akan menjadi target pasar selanjutnya dari mobil-mobil VW buatan China demi membendung dominasi merek-merek lokal seperti BYD dan Geely.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article