Provinsi Hainan Siap Larang Total Penjualan Mobil Bensin pada 2030

- Hainan menetapkan larangan total penjualan mobil bensin mulai 2030, menjadi provinsi pertama di China yang berani menghentikan kendaraan berbahan bakar fosil sepenuhnya.
- Pemerintah menargetkan kepemilikan kendaraan energi baru mencapai 45% pada 2030, dengan seluruh armada publik dan kendaraan pribadi baru wajib menggunakan energi bersih.
- Untuk mengatasi tantangan pasokan energi, Hainan memperkuat kemandirian listrik hingga 54% lewat pengembangan energi nuklir dan terbarukan serta memberi insentif bagi pengguna kendaraan ramah lingkungan.
Provinsi Hainan yang berpenduduk 10 juta jiwa resmi mengumumkan komitmen besar untuk melarang total penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) mulai tahun 2030. Langkah berani ini menjadikan pulau di selatan China tersebut sebagai wilayah pertama di negara itu yang menetapkan tenggat waktu penghentian mobil berbahan bakar fosil.
Kebijakan revolusioner ini tertuang dalam dokumen resmi yang baru dirilis bertajuk "Rencana Lima Tahun ke-15 untuk Zona Percontohan Peradaban Ekologis Nasional Hainan".
1. Target Ambisius Penggunaan Kendaraan Energi Baru

Pemerintah Provinsi Hainan telah menetapkan target kuantitatif yang jelas demi menjamin transisi energi berjalan mulus dalam beberapa tahun ke depan. Pangsa kepemilikan kendaraan energi baru (NEV) di pulau tersebut ditargetkan mencapai 23,75 persen pada tahun 2025, sebelum akhirnya melonjak hingga melampaui angka 45 persen pada tahun 2030.
Guna merealisasikannya, per tahun 2030, seluruh kendaraan operasional publik seperti mobil dinas pemerintahan, armada sanitasi, dan transportasi umum wajib menggunakan energi bersih. Selain itu, seluruh kendaraan pribadi yang baru dibeli atau diganti juga harus berbasis energi ramah lingkungan. Untuk mendukung pertumbuhan masif ini, infrastruktur pengisian daya terus diperluas dengan target rasio kendaraan dibanding unit pengisi daya kurang dari 2,5 banding 1.
2. Potensi Geografis dan Keunggulan Infrastruktur Hainan

Menurut laporan yang dilansir dari situs otomotif carnewschina.com, karakteristik wilayah Hainan sebenarnya sangat ideal untuk adopsi kendaraan listrik secara menyeluruh. Pulau ini memiliki luas wilayah daratan sebesar 35.400 kilometer persegi dan dilengkapi jalan tol lingkar pulau G98 sepanjang 612,8 kilometer. Jarak tempuh tersebut sangat cocok dengan kapasitas jangkauan baterai mobil listrik modern saat ini yang didukung oleh jaringan infrastruktur yang efisien.
Hainan juga telah mencatatkan kemajuan luar biasa melalui inisiatif "Pulau Energi Bersih" yang dicanangkannya. Hingga pertengahan tahun 2026, energi terbarukan telah sukses bertransformasi menjadi sumber listrik utama bagi wilayah kepulauan tersebut. Saat ini, Hainan bahkan menempati posisi pertama di China dalam hal penetrasi pasar kendaraan listrik, serta berada di peringkat kedua untuk total kepemilikan kendaraan listrik di tingkat provinsi.
3. Tantangan Pasokan Energi dan Strategi Pemerintah

Meskipun peta jalan transisi terlihat menjanjikan, tantangan besar tetap membayangi proyek ambisius ini di masa depan. Sebuah laporan media pemerintah pada tahun 2022 sempat menyoroti kekhawatiran terkait integrasi infrastruktur pengisian daya dan hidrogen dengan perencanaan kota. Sebagai wilayah kepulauan yang berada di ujung Jaringan Listrik Selatan, Hainan secara historis memang kerap menghadapi masalah ketergantungan energi serta tingginya biaya tarif listrik.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, pemerintah setempat menerapkan strategi pembangunan fondasi yang berfokus pada peningkatan kemandirian energi dari 24 persen di tahun 2025 menjadi 54 persen pada tahun 2030 melalui pengembangan energi nuklir dan terbarukan. Pemerintah juga akan memberlakukan kebijakan manajemen lalu lintas khusus, seperti hak istimewa registrasi, prioritas mengemudi, hingga kemudahan parkir bagi para pemilik kendaraan ramah lingkungan demi mempercepat tersingkirnya mobil konvensional.



















