Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi motor
ilustrasi motor (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Intinya sih...

  • Tarikan motor menjadi lemot karena komponen CVT kotor atau filter udara tersumbat.

  • Suara berisik pada bagian CVT disebabkan oleh roller aus atau belt CVT yang retak.

  • Mesin cepat panas karena oli mesin lama tidak diganti atau radiator tidak berfungsi maksimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Motor matik menjadi pilihan favorit banyak pengendara karena memang mudah dalam penggunaan dan nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Namun, seperti kendaraan lain, tetap saja motor matik memiliki masalah umum yang kerap muncul apabila tidak dirawat dengan baik.

Memahami berbagai masalah yang kerap dialami motor matik bisa membantumu untuk lebih sigap dalam mendeteksi gejala awal kerusakan. Berikut ini merupakan beberapa masalah yang kerap terjadi pada motor matik dan cara mengatasinya.

1. Tarikan motor menjadi lemot

ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Andrii Denysenko)

Salah satu masalah paling umum yang terjadi pada motor matik adalah tarikan yang terasa berat atau lemot ketika berakselerasi. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh komponen CVT yang kotor, seperti kampas kopling, roller, atau rumah kopling yang sudah dalam kondisi aus, sehingga tidak bekerja dengan maksimal.

Tarikan yang lambat juga bisa muncul karena filter udara yang tersumbat akibat debu yang menumpuk terlalu lama. Jika masalahnya terus dibiarkan, maka mesin akan bekerja ekstra keras dan pengonsumsi bahan bakar pun meningkat.

2. Suara berisik pada bagian CVT

ilustrasi motor (unsplash.com/Nils Lindner)

Motor matik kerap mengeluarkan suara berisik atau kasar dari area CVT pada saat komponen di dalamnya mengalami keausan. Roller yang sudah aus atau rumah kopling yang kotor ternyata bisa memicu bunyi berdengung atau bahkan bergetar pada saat kecepatannya ditingkatkan.

Suara berisik bisa muncul akibat belt CVT mulai retak atau kehilangan elastisitas, sehingga tidak berjalan dengan mulus. Jika suara ini terus dibiarkan tanpa adanya perbaikan, maka kerusakan komponen CVT pun akan jauh lebih parah dan memerlukan biaya servis yang semakin besar.

3. Mesin cepat mengalami panas

ilustrasi motor (unsplash.com/Ather Energy)

Mesin motor matik yang cepat panas ternyata bisa menjadi tanda bahwa sistem pendinginan tidak bekerja secara optimal. Oli mesin yang sudah terlalu lama tidak diganti bisa kehilangan kemampuan melumasi, sehingga gesekan pada mesin pun akan meningkat dan mempercepat suhu naik.

Kondisi radiator atau kipas pendingin yang tidak berfungsi maksimal turut menyebabkan mesin bekerja pada suhu yang tinggi. Jika dibiarkan terus-menerus, maka overheating bisa merusak komponen penting mesin dan pada akhirnya menurunkan performa kendaraan secara signifikan.

4. Bensin boros tiba-tiba

ilustrasi motor (unsplash.com/Liana Mikah)

Pengonsumsian bahan bakar yang tiba-tiba meningkat kerap kali menjadi keluhan umum dari para pemilik motor matik Karburator atau injektor yang kotor bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, sehingga mesin pun memerlukan lebih banyak bensin untuk bisa menghasilkan tenaga.

Tekanan angin ban yang kurang juga turut membuat motor jadi harus bekerja ekstra berat dan menyebabkan pengonsumsian bahan bakar. Dengan memeriksa kondisi injeksi, filter udara, dan tekanan ban secara rutin, maka masalah pemborosan bensin pun dapat dihindari.

Berbagai masalah umum pada motor matik sebetulnya bisa dicegah jika pemilik melakukan perawatan secara berkala. Dengan langkah-langkah yang tepat, maka bisa membantu memastikan motor terjaga dan tetap bertenaga. Dengan memahami gejala awal kerusakan, maka kamu bisa menghindari kerugian yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team