Jangan Asal Pakai, Ini Alasan Oli Motor Perlu Dicek Usai Touring

- Beban mesin lebih berat dari biasanya saat touring, dengan putaran mesin tinggi dan tambahan beban seperti barang bawaan dan boncenger.
- Ganti oli mesin lebih dianjurkan setelah touring, terutama jika jarak tempuh sudah mendekati atau melewati batas penggantian oli.
- Mengganti oli setelah touring membantu menjaga performa mesin, menjaga suhu stabil, dan memperpanjang umur komponen motor.
Jakarta, IDN Times - Musim liburan sering jadi momen favorit buat touring motor jarak jauh. Entah itu mudik ke kampung halaman, jelajah pantai, atau sekadar weekend ride lintas kota, motor dipaksa bekerja lebih keras dari rutinitas harian.
Makanya gak heran kalau setelah liburan usai, muncul satu pertanyaan klasik, perlu atau tidak ganti oli motor?
Pertanyaan ini wajar, karena oli memegang peran vital dalam menjaga performa dan keawetan mesin. Touring panjang identik dengan putaran mesin tinggi, beban berat, serta kondisi jalan yang beragam. Semua faktor itu berpengaruh langsung pada kualitas oli di dalam mesin.
1. Beban mesin lebih berat dari biasanya

Saat touring, mesin motor bekerja dalam durasi panjang tanpa banyak jeda. Putaran mesin cenderung stabil di rpm menengah hingga tinggi, apalagi saat melibas jalan antar kota atau tanjakan.
Belum lagi tambahan beban berupa barang bawaan dan boncenger yang membuat mesin harus bekerja ekstra.
Kondisi ini membuat oli menjalankan tugas berat secara terus-menerus, melumasi, mendinginkan, sekaligus membersihkan komponen mesin. Akibatnya, kualitas oli bisa menurun lebih cepat dibanding pemakaian harian yang jaraknya pendek dan ritmenya lebih santai.
2. Ganti oli mesin lebih dianjurkan

Secara teknis, ganti oli setelah touring tidak selalu wajib jika jarak tempuh total belum melewati interval servis. Namun, touring di musim liburan sering kali membuat motor menempuh ratusan bahkan ribuan kilometer dalam waktu singkat.
Jika jarak touring sudah mendekati atau melewati batas penggantian oli, mengganti oli setelah perjalanan justru sangat dianjurkan. Selain itu, bila terasa gejala seperti mesin lebih panas, tarikan terasa berat, atau suara mesin lebih kasar, itu bisa menjadi tanda oli sudah tidak optimal meski kilometernya belum masuk ke waktu penggantian oli.
3. Mesin motor jadi lebih awet

Mengganti oli setelah touring bisa dianggap sebagai bentuk reset kondisi mesin. Oli baru membantu mengembalikan performa, menjaga suhu mesin tetap stabil, dan meminimalkan gesekan berlebih pada komponen internal. Biayanya relatif kecil dibanding potensi kerusakan mesin jika oli dibiarkan terlalu lama dalam kondisi menurun.
Sebagai patokan aman, jika touring menempuh jarak ratusan kilometer atau dilakukan dengan intensitas tinggi, mengganti oli setelah liburan adalah keputusan bijak. Mesin jadi lebih enteng, umur komponen lebih panjang, dan motor siap dipakai kembali untuk aktivitas harian tanpa rasa khawatir.


















