Bagi para pemilik sepeda motor yang sering memarkirkan kendaraannya di area terbuka atau teras rumah, pemandangan jok yang penuh bekas robekan kecil pasti sudah tidak asing lagi. Pelaku utama dari kerusakan estetika ini hampir selalu merujuk pada kucing peliharaan atau kucing liar di sekitar lingkungan. Fenomena ini sering kali menimbulkan rasa heran sekaligus jengkel karena mengapa bagian busa berlapis kulit sintetis itu selalu menjadi target utama.
Tindakan kucing yang hobi merusak jok motor tersebut sebenarnya bukan didasari oleh niat nakal atau kemarahan terhadap pemilik kendaraan. Kebiasaan ini merupakan manifestasi dari perilaku alami dan insting purba yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup spesies mereka. Memahami alasan psikologis dan biologis di balik perilaku unik ini akan membantu pemilik roda dua untuk tidak lagi merasa kesal, sekaligus memikirkan strategi penanganan yang lebih tepat.
