Kehilangan sepeda motor yang masih dalam masa kredit adalah mimpi buruk yang mengguncang stabilitas emosi dan finansial bagi siapa saja. Selain kehilangan alat transportasi utama untuk menunjang produktivitas, beban pikiran semakin bertambah karena kewajiban membayar angsuran bulanan ke lembaga pembiayaan tetap berjalan meski unit kendaraan sudah tidak ada lagi di tangan.
Situasi ini memerlukan ketenangan pikiran dan langkah-langkah prosedural yang cepat agar kerugian tidak semakin membengkak. Memahami hak dan kewajiban sebagai debitur, terutama terkait klaim asuransi, adalah kunci utama untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus terjebak dalam lubang utang yang lebih dalam atau masalah hukum yang rumit.
