ilustrasi touring dengan kendaraan motor (pexels.com/cottonbro studio)
Perjalanan mudik dengan sepeda motor umumnya memakan waktu berjam-jam, bahkan bisa lebih dari 10 jam untuk jarak antarkota atau antarpulau. Kondisi ini membuat pengendara lebih mudah mengalami kelelahan.
Kelelahan akan menurunkan konsentrasi, memperlambat reaksi, dan meningkatkan potensi kesalahan saat berkendara. Apalagi pengendara motor harus terus menjaga keseimbangan kendaraan, berbeda dengan pengemudi mobil yang memiliki perlindungan kabin.
Karena itu, banyak pihak menyarankan pemudik untuk mempertimbangkan moda transportasi lain yang lebih aman. Jika tetap memilih sepeda motor, pengendara disarankan melakukan perjalanan dengan perencanaan matang, membatasi barang bawaan, serta rutin beristirahat selama perjalanan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan keselamatan berkendara, diharapkan masyarakat dapat mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan saat mudik agar perjalanan ke kampung halaman tetap aman dan nyaman.