Membeli helm premium dengan harga selangit sering kali dianggap sebagai investasi terbaik untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan fatal. Di luar fungsi utamanya sebagai perisai benturan, helm mahal dengan merek tersohor juga menawarkan kenyamanan visual dan prestise tersendiri bagi pemiliknya. Namun, di balik dinding cangkang pelindung yang kokoh tersebut, tersimpan sebuah jebakan psikologis yang jarang disadari oleh para pengendara sepeda motor.
Sebuah survei perilaku berkendara menemukan fenomena psikologis yang paradoks terkait penggunaan alat pengaman mutakhir ini. Alih-alih membuat berkendara menjadi lebih aman, penggunaan peranti keselamatan kelas atas justru berpotensi memicu perilaku yang membahayakan di jalan raya. Hal ini membuktikan bahwa faktor keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kualitas material pelindung kepala, melainkan juga oleh bagaimana otak merespons keberadaan teknologi tersebut.
